Ukuran teks
18

Cangkir Teh yang Tumpah

Seorang profesor universitas datang ke Suzuki-roshi untuk belajar Zen. 

Mereka duduk di ruang teh. Suzuki mulai menuangkan teh ke cangkir profesor. Teh mengalir... dan terus mengalir. Cangkir sudah penuh, tapi Suzuki terus menuang. Teh mulai tumpah ke piring. Kemudian ke meja. Kemudian ke lantai. 

"Sudah penuh!" teriak profesor. "Tidak bisa lagi!" 

Suzuki berhenti dan tersenyum. "Seperti cangkir ini," katanya dengan tenang, "Anda penuh dengan opini, spekulasi, dan pengetahuan Anda sendiri. Bagaimana saya bisa menunjukkan Zen kepada Anda kecuali Anda mengosongkan cangkir Anda terlebih dahulu?" 

Ini adalah cerita klasik Zen. Tapi ini bukan hanya metafora lucu untuk membuat profesor malu.

Ini adalah inti dari seluruh ajaran Suzuki-roshi: Beginner's mind. 

Dalam pikiran pemula ada banyak kemungkinan. Dalam pikiran ahli, hanya sedikit. 

Bayangkan seorang anak kecil melihat salju untuk pertama kalinya. Matanya membesar. Dia menjulurkan tangannya untuk menangkap kepingan salju. Dia terpesona oleh keajaiban bahwa sesuatu yang putih, dingin, dan lembut bisa jatuh dari langit. 

Sekarang bayangkan orang dewasa melihat salju. "Ah, salju lagi. Jalanan akan macet. Harus bersihkan mobil. Dingin sekali." 

Salju yang sama. Pengalaman yang sangat berbeda. 

Satu dengan pikiran pemula—penuh dengan keajaiban, keterbukaan, kemungkinan. Satu dengan pikiran ahli—penuh dengan penilaian, keluhan, masa lalu. 

Zen bukan tentang menjadi bodoh atau naif. Zen adalah tentang melihat setiap momen seperti pertama kali, bahkan ketika Anda telah melihatnya seribu kali.

Shunryu Suzuki, seorang master Zen yang meninggalkan Jepang untuk mengajar di Amerika Serikat di tahun 1959, menghabiskan puluhan tahun mencoba menjelaskan satu hal sederhana ini kepada murid-muridnya. 

Buku ini, "Zen Mind, Beginner's Mind," adalah kumpulan kuliah informal yang dia berikan di San Francisco Zen Center. Tidak ada yang dia rencanakan sebagai buku. Hanya percakapan sederhana tentang bagaimana duduk, bagaimana bernapas, bagaimana hidup. 

Tapi dalam kesederhanaan itu, ada kedalaman yang luar biasa. 

Mari kita mulai—dengan pikiran pemula.

 


1 dari 10