Ukuran teks
18

Ketika Orang yang Kita Cintai Menghilang

Paris, musim semi. Seorang penulis terkenal pulang dari tur buku di luar negeri. 

Rumahnya sunyi. Istrinya, Esther—jurnalis perang yang brilian dan pemberani—tidak ada. Tidak ada pesan. Tidak ada catatan. Hanya kekosongan yang mengerikan. 

Hari pertama: mungkin dia keluar sebentar. 

Hari kedua: mulai khawatir, tapi tidak ingin terlihat paranoid. 

Hari ketiga: lapor polisi. 

Dan kemudian dimulailah perjalanan yang akan mengubah segalanya—bukan hanya untuk menemukan Esther, tapi untuk menemukan sesuatu yang jauh lebih penting: dirinya sendiri yang hilang. 

Paulo Coelho menulis "The Zahir" sebagai eksplorasi tentang cinta yang menjadi obsesi, tentang kesuksesan yang mengosongkan jiwa, dan tentang paradoks bahwa untuk menemukan seseorang yang kita cintai, kita harus melepaskannya. 

Tapi apa itu "Zahir"? 

Dalam tradisi Islam, Zahir adalah sesuatu yang, begitu dilihat atau dialami, tidak bisa dilupakan—sesuatu yang secara bertahap menguasai pikiran sampai kita tidak bisa memikirkan hal lain. 

Bagi sang penulis, Esther menjadi Zahir-nya. Dan novel ini adalah perjalanannya untuk memahami mengapa dia pergi—dan dalam prosesnya, memahami mengapa dia sendiri telah hilang jauh sebelum Esther menghilang. 

Mari kita mulai perjalanan ini.

 


1 dari 10