Dompet Nylon yang Mengajarkan Jutaan Dolar
Tahun 1977. Robert Kiyosaki berusia 30 tahun, baru pulang dari Vietnam, dan punya ide bisnis yang dia pikir jenius.
Dompet nylon.
Sederhana. Ringan. Tahan air. Dia yakin semua orang akan membelinya. Jadi dia investasi seluruh tabungannya—$10,000—untuk memproduksi ribuan dompet nylon.
Enam bulan kemudian, bisnisnya bangkrut.
Gudangnya penuh dengan dompet yang tidak laku. Dia tidak bisa bayar supplier. Kartu kreditnya ditolak. Dia tidur di mobilnya karena tidak bisa bayar sewa.
"Itu adalah momen paling memalukan dalam hidup saya," tulis Kiyosaki. "Saya merasa seperti pecundang terbesar di dunia."
Tapi di tengah kegagalan itu, ayah temannya—yang dia sebut Rich Dad—memberikan nasihat yang mengubah segalanya:
"Robert, kamu tidak gagal. Kamu hanya belum sukses. Dan sekarang kamu punya sesuatu yang lebih berharga dari uang: pelajaran dari kegagalan nyata."
Rich Dad melanjutkan: "Kebanyakan orang tidak pernah memulai bisnis karena takut gagal. Kamu sudah melewati ketakutan itu. Sekarang pertanyaannya: apa yang akan kamu pelajari dari ini?"
Kiyosaki menghabiskan 20 tahun berikutnya belajar bagaimana membangun bisnis yang benar. Dia gagal beberapa kali lagi. Tapi setiap kegagalan mengajarkan sesuatu.
Dan akhirnya, dia membangun The Rich Dad Company—sebuah bisnis pendidikan finansial yang menghasilkan ratusan juta dolar.
Buku "Before You Quit Your Job" adalah kompilasi dari semua pelajaran itu—10 pelajaran nyata yang dia harap dia tahu sebelum memulai bisnis pertamanya.
Ini bukan teori dari MBA atau konsultan. Ini pelajaran dari seseorang yang jatuh keras, bangkit, dan akhirnya menang.
Mari kita mulai.