Malam yang Memalukan di Restoran
Herb Cohen, negosiator dunia yang telah menangani segala hal dari klaim asuransi hingga pelepasan sandera, pernah mengalami kekalahan paling memalukan dalam karirnya—oleh anak berusia 9 tahun.
Suatu malam, ia dan istrinya memutuskan untuk membawa anak bungsu mereka—seorang bocah kurus yang pemilih makanan—ke restoran mewah. Kesalahan besar.
Segera setelah duduk, sang anak mulai menunjukkan keengganannya. Ia mengeluh, merengek, dan semakin keras. Orang-orang di meja sekitar mulai melirik. Bisikan terdengar. Herb dan istrinya merasa seperti orang tua terburuk di dunia.
Akhirnya, malu dan frustrasi, mereka menyerah. Membayar tagihan (untuk makanan yang bahkan belum datang), dan bergegas keluar.
Di mobil pulang, istri Herb berkata, "Herb, aku rasa kita belajar sesuatu malam ini. Mari kita jangan pernah membawa monster kecil itu ke restoran lagi."
Dan mereka tidak pernah melakukannya.
Apa yang terjadi? Seorang bocah 9 tahun baru saja menegosiasikan hasil yang ia inginkan—dengan menggunakan informasi (ia tahu orang tuanya tidak suka diper
malukan) dan kekuatan (kemampuannya untuk menciptakan adegan) untuk mempengaruhi perilaku mereka.
Dalam momen memalukan itu, Herb menyadari kebenaran fundamental: Semua orang adalah negosiator. Termasuk anak-anak.
Dan jika seorang anak 9 tahun bisa mengalahkan negosiator profesional, bayangkan apa yang bisa Anda capai jika Anda benar-benar memahami permainan ini.