Ukuran teks
18

Tiga Detik yang Mengubah Segalanya

Bayangkan Anda berdiri di persimpangan jalan. 

Kanan: jalan yang familiar, aman, sudah banyak orang lewati. Gaji tetap, pensiun di usia 65, hidup nyaman tapi tidak kaya. 

Kiri: jalan yang tidak jelas, penuh risiko, sedikit yang berhasil. Tapi yang berhasil—mereka bebas secara finansial. 

Anda punya tiga detik untuk memilih. 

Kebanyakan orang memilih kanan tanpa berpikir. Karena itulah yang diajarkan sekolah. Itulah yang orang tua sarankan. Itulah yang "aman." 

Tapi Robert Kiyosaki berdiri di persimpangan itu pada usia 9 tahun—dan dia memilih kiri. Dia punya dua ayah dengan dua filosofi berbeda tentang uang: 

Poor Dad (ayah kandungnya): Guru berpendidikan tinggi, PhD, gaji bagus. Selalu bilang: "Sekolah yang baik, nilai bagus, kerja di perusahaan besar, naik tangga karir." Dia meninggal dengan utang. 

Rich Dad (ayah temannya): Tidak lulus SMA, punya bisnis kecil. Selalu bilang: "Sekolah tidak mengajarkan tentang uang. Kalau mau kaya, belajar bisnis dan investasi." Dia meninggal sebagai salah satu orang terkaya di Hawaii. 

Pada usia 9 tahun, Kiyosaki membuat pilihan: dia akan belajar dari Rich Dad. 

Puluhan tahun kemudian, setelah membangun beberapa bisnis dan menjadi investor sukses, Kiyosaki menulis "You Can Choose To Be Rich"—bukan hanya untuk menceritakan perjalanannya, tapi untuk memberi Anda peta jalan yang konkret untuk membuat pilihan yang sama. 

Judulnya bukan "You Will Be Rich" atau "You Should Be Rich."

Judulnya adalah "You Can CHOOSE To Be Rich." 

Karena itulah intinya: Kekayaan adalah pilihan. Dan pilihan itu dimulai hari ini.

Mari kita mulai.

 


1 dari 10