Kamu Lahir Sebagai Badass
Serius. Aku nggak bercanda.
Kamu—ya, kamu yang sekarang lagi baca ini sambil mikir "Ah, ini pasti salah satu buku self-help nge-woo yang klise lagi"—kamu lahir sebagai badass.
Masalahnya, di suatu titik antara masa kecilmu yang bebas dan kehidupan dewasa yang penuh kekhawatiran ini, kamu lupa. Kamu lupa bahwa kamu dulu makan hanya kalau lapar. Kamu dulu main tanpa mikirin apa kata orang. Kamu dulu nangis kalau sedih dan ketawa kalau senang—tanpa mikir apakah itu "pantas" atau nggak.
Lalu, kamu tumbuh besar. Dan dunia—dengan segala aturan tidak tertulis dan ekspektasi yang menyebalkannya—mulai memberitahumu:
● "Jangan terlalu ambisius, nanti kecewa."
● "Cari kerja yang aman, jangan ngambil risiko."
● "Jangan terlalu menonjol, nanti dikira sombong."
● "Mimpi itu boleh, tapi jangan berharap terlalu tinggi."
Dan perlahan, tanpa kamu sadari, kamu mulai percaya. Kamu mulai hidup di autopilot—bangun, kerja, pulang, tidur, repeat. Bayar tagihan. Sesekali bermimpi tentang kehidupan yang lebih baik. Tapi nggak benar-benar melakukan apa pun untuk mencapainya.
Kenapa? Karena ada suara di kepalamu yang terus berbisik: "Kamu nggak cukup pintar. Nggak cukup berbakat. Nggak punya koneksi yang tepat. Udah telat. Terlalu berisiko. Nanti gagal gimana?"
Tapi aku punya kabar baik untukmu: Suara itu bohong.
Suara itu bukan kamu yang sebenarnya. Itu adalah "Big Snooze"—ego palsu yang dibangun dari ketakutan dan kepercayaan yang salah. Dan sudah waktunya untuk bangun dari tidur panjang itu.
Ini bukan buku yang akan meminta kamu duduk bersila sambil menyanyikan mantra (meskipun kalau itu bekerja untukmu, silakan). Ini juga bukan buku yang akan memberitahumu bahwa hidup itu mudah jika kamu cukup berpikir positif.
Ini adalah buku tentang mengambil kembali kekuatanmu. Tentang berhenti membuat alasan dan mulai membuat perubahan. Tentang mencintai dirimu sendiri dengan cukup kuat sehingga kamu tidak lagi rela menerima kehidupan yang biasa-biasa saja.
Karena kamu badass. Selalu begitu. Selalu akan begitu.
Saatnya kamu mengingatnya.