Ukuran teks
18

Makan Malam yang Mengubah Segalanya

Bayangkan Anda sedang makan malam dengan teman yang paling Anda iri. 

Dia cantik. Sukses. Bukunya bestseller. Advance-nya ratusan ribu dolar. Wajahnya di majalah. Namanya dipuji di mana-mana. Sementara Anda? Buku pertama Anda gagal total. Tidak ada yang membaca. Tidak ada yang peduli. Anda tenggelam dalam obscurity sementara dia bersinar. 

Tapi malam itu, sesuatu terjadi. 

Dia tersedak. Tiba-tiba. Tidak ada yang bisa Anda lakukan. Dalam hitungan menit, dia mati—di lantai apartemennya, di depan mata Anda. 

Dan di meja kerjanya, ada manuskrip. Karya terbarunya. Belum diterbitkan. Belum ada yang tahu. Ratusan halaman tentang kisah yang powerful, penting, brilian. 

Anda melihat manuskrip itu. Anda melihat teman Anda yang sudah tidak bernyawa. Dan pikiran yang terlintas adalah: "Tidak ada yang perlu tahu." 

Inilah premis dari "Yellowface"—novel menusuk karya R.F. Kuang yang membedah industri penerbitan, apropriasi budaya, dan pertanyaan mengerikan: Seberapa jauh Anda bersedia pergi untuk kesuksesan? 

Ini bukan cerita tentang pahlawan. Ini cerita tentang pengecut, pencuri, dan bagaimana kita semua—ya, kita semua—mampu merasionalisasi hal-hal mengerikan ketika kesempatan itu ada di depan mata. 

Mari kita masuk ke dalam kepala Juniper Hayward—dan bersiaplah merasa tidak nyaman.

 


1 dari 9