Foto-foto yang Berbicara
Bayangkan Anda membuka album foto lama keluarga.
Ada foto hitam putih seorang gadis kecil di tahun 1950-an, mengenakan dress dengan pita di rambut. Dia berdiri kaku di depan kamera, tidak tersenyum—seperti kebiasaan orang dulu ketika difoto.
Lalu foto berwarna tahun 1970-an: perempuan muda dengan rok mini dan rambut panjang, tersenyum lebar di pesta dengan musik The Beatles di latar belakang.
Kemudian foto tahun 1990-an: perempuan paruh baya dengan anak-anak remaja, di depan rumah pinggiran kota yang rapi.
Dan terakhir, foto digital tahun 2000-an: wanita tua dengan rambut putih, memegang cucu, mata yang sudah melihat begitu banyak.
Siapa perempuan-perempuan ini?
Mereka adalah orang yang sama. Tapi juga bukan orang yang sama.
Annie Ernaux, penulis Prancis pemenang Nobel Sastra 2022, menghabiskan bertahun-tahun menatap foto-foto seperti ini—foto-foto dirinya sendiri yang diambil sepanjang lebih dari enam dekade.
Dan dia mengajukan pertanyaan yang mengganggu: "Bagaimana saya bisa menangkap semua perempuan yang pernah saya jadi?"
Jawabannya adalah "The Years"—sebuah buku yang mengubah cara kita memahami memoir, memori, dan waktu itu sendiri.
Ini bukan cerita tentang "saya." Ini adalah cerita tentang "kita."
Karena Ernaux menyadari: kita tidak pernah hidup sendirian. Kita adalah produk dari waktu kita. Dari iklan yang kita lihat. Dari berita yang kita dengar. Dari lagu yang kita nyanyikan. Dari peristiwa yang kita saksikan di televisi.
Kehidupan pribadi kita adalah cermin dari sejarah kolektif.
Mari kita mulai perjalanan melintasi waktu—bukan hanya waktu Annie Ernaux, tetapi waktu kita semua.