Enam Kata yang Mengubah Segalanya
Thanksgiving 2013. Di dapur yang hangat dengan aroma kalkun panggang, Shonda Rhimes—ratu televisi yang menguasai malam Kamis ABC dengan tiga acara hit—sedang memasak bersama kakak perempuannya, Delorse.
Shonda, seperti biasa, sedang bercerita tentang undangan-undangan luar biasa yang ia terima. Acara penghargaan glamor. Pesta Hollywood. Wawancara televisi dengan selebriti terkenal. Kesempatan-kesempatan yang orang lain akan membunuh untuk mendapatkannya.
Delorse mendengarkan sambil mengaduk saus. Lalu, tanpa mendongak, ia menggumamkan sesuatu yang terdengar seperti komentar biasa—tetapi meledak di kepala Shonda seperti granat:
"Kamu tidak pernah mengatakan ya untuk apa pun."
Enam kata sederhana. Tapi mereka duduk di dada Shonda seperti bom yang berdetak. Karena Delorse benar. Sangat benar.
Shonda Rhimes—pencipta Grey's Anatomy, Scandal, dan How to Get Away with Murder—adalah introvert ekstrem yang bersembunyi di balik kesuksesannya. Ia adalah wanita yang mempekerjakan publicist bukan untuk promosi, tetapi untuk menghindari promosi. Yang memeluk dinding di pesta Hollywood. Yang mengalami serangan panik sebelum wawancara televisi—begitu parahnya hingga ia tidak ingat apa pun setelahnya.
Ya, ia sukses. Tapi ia juga sengsara.
Hidup Shonda adalah sebuah penjara mewah yang ia bangun sendiri. Penjara yang dibangun dari kata "tidak"—tidak untuk undangan, tidak untuk petualangan baru, tidak untuk kehidupan di luar kantor dan rumah.
Tapi kata-kata kakaknya itu mengubah segalanya.
Bagaimana jika, selama satu tahun, ia mengatakan ya untuk segala sesuatu yang menakutkannya?
Inilah kisah tentang apa yang terjadi ketika seorang introvert keras kepala memutuskan untuk menantang dirinya sendiri. Tentang bagaimana mengatakan "ya" mengubah bukan hanya karirnya, tetapi seluruh hidupnya—kesehatan, keluarga, persahabatan, dan cara ia melihat dirinya sendiri.
Ini adalah cerita tentang Year of Yes.