Ukuran teks
18

Rumah di Atas Bukit yang Menyimpan Rahasia Kelam

Bayangkan sebuah rumah tua di puncak bukit tandus Yorkshire, Inggris. Angin moors yang dingin melolong tanpa henti. Tidak ada pohon yang tumbuh tegak—semuanya bengkok, dipaksa oleh angin untuk tunduk. Rumah ini bernama Wuthering Heights—"wuthering" dalam dialek Yorkshire berarti "hembusan angin yang kencang." 

Rumah ini bukan tempat yang hangat. Bukan tempat di mana cinta tumbuh indah. Ini adalah tempat di mana cinta berubah menjadi obsesi, obsesi menjadi kebencian, dan kebencian menjadi kutukan yang meracuni dua generasi. 

Tahun 1801. Seorang penyewa baru bernama Mr. Lockwood tiba di Thrushcross Grange—rumah mewah di lembah, tidak jauh dari Wuthering Heights. Dia berkunjung ke tetangganya di Wuthering Heights untuk berkenalan. 

Yang dia temukan: seorang tuan rumah yang kasar dan dingin bernama Heathcliff, keluarga yang penuh ketegangan, dan atmosfer yang begitu mencekam hingga dia tidak bisa tidur nyenyak malam itu. 

Di kamarnya yang dingin, dia bermimpi—atau mungkin melihat hantu—seorang wanita yang mengetuk jendela, memohon untuk masuk, memanggil nama "Heathcliff" dengan putus asa. "Biarkan aku masuk! Biarkan aku masuk! Sudah dua puluh tahun aku mengembara di moors!" 

Ketika Heathcliff mendengar nama itu, dia berubah. Matanya liar. Dia membuka jendela ke malam yang dingin dan berteriak ke kegelapan: "Cathy! Cathy! Kembalilah! Oh, Tuhan! Kembalilah padaku!" 

Siapa Cathy? Apa yang terjadi di rumah ini? 

Mr. Lockwood, terkurung di dalam rumah karena badai salju, meminta Nelly Dean—pembantu rumah tangga yang telah bekerja untuk kedua keluarga selama puluhan tahun—untuk menceritakan kisahnya.

Dan kisah yang dia dengar adalah salah satu kisah cinta paling kelam, paling obsesif, dan paling tragis yang pernah diceritakan.

 


1 dari 11