Gadis-Gadis yang Tumbuh Terlalu Cepat
Bayangkan ini: Anda berusia 15 tahun. Seharusnya Anda sedang khawatir tentang nilai ujian, tentang siapa yang akan mengajak Anda ke pesta dansa, tentang apakah rambut Anda terlihat oke.
Tapi sebagai gantinya, Anda hamil.
Dan karena itu—karena satu kesalahan, atau satu malam yang bahkan tidak Anda inginkan, atau satu janji palsu dari seorang pria—seluruh dunia memutuskan bahwa Anda adalah pendosa.
Orang tua Anda memandang Anda dengan mata penuh kecewa dan malu. Teman-teman Anda tiba-tiba tidak mengenal Anda. Gereja mengatakan Anda telah jatuh dari kasih karunia Tuhan.
Dan solusinya? Menyembunyikan Anda.
Suatu pagi, ayah Anda berkendara Anda dalam diam yang menyakitkan—berjam-jam tanpa sepatah kata pun—ke tempat yang jauh dari rumah. Tempat di mana gadis-gadis seperti Anda disembunyikan dari dunia. Tempat di mana Anda akan melahirkan dalam rahasia, menyerahkan bayi Anda kepada orang asing, dan kemudian kembali ke kehidupan Anda seolah-olah tidak ada yang pernah terjadi.
Mereka menyebut Anda wayward girl. Gadis yang menyimpang. Gadis yang tumbuh terlalu cepat. Gadis yang harus dibetulkan.
Tapi mereka salah.
Anda bukan yang harus dibetulkan. Dunia yang melemparkan Anda ke tempat ini yang rusak.
Dan ketika sebuah buku tentang sihir jatuh ke tangan Anda—buku yang menjanjikan kekuatan untuk pertama kalinya dalam hidup Anda—Anda menyadari: mungkin tidak semua kekuatan
datang dari Tuhan yang dikatakan orang baik. Mungkin ada kekuatan lain. Kekuatan yang lebih gelap. Kekuatan yang tidak meminta Anda untuk baik dan patuh dan diam.
Kekuatan yang mengatakan: Kamu layak marah. Dan marahmu bisa menjadi senjata.
Ini adalah cerita Fern, Rose, Zinnia, dan Holly.
Grady Hendrix menulis "Witchcraft for Wayward Girls" pada tahun 2025, tepat di momen ketika Amerika sekali lagi mempertanyakan autonomi tubuh perempuan. Tapi cerita ini terjadi di tahun 1970—sebelum Roe v. Wade, sebelum hak legal untuk menentukan nasib sendiri, di era ketika gadis-gadis hamil adalah masalah yang harus diselesaikan, bukan manusia yang butuh bantuan.
Ini bukan hanya cerita horor tentang penyihir. Ini cerita horor tentang bagaimana masyarakat memperlakukan wanita muda. Dan kadang, horor yang paling menakutkan bukan yang supernatural—tetapi yang sangat, mengerikan, nyata.