24 Jam di Neraka yang Berkilauan
Cannes, Prancis. Festival Film paling bergengsi di dunia.
Karpet merah. Gaun couture jutaan dollar. Selebriti. Fotografer. Champagne. Yacht mewah di marina. Pesta eksklusif di mana satu undangan bisa mengubah karir selamanya.
Dari luar, ini terlihat seperti surga.
Tapi Paulo Coelho mengundang kita untuk melihat lebih dekat. Dan apa yang kita temukan bukanlah glamor—tapi kehampaan yang dilapisi glitter.
Di tengah semua kemewahan ini, seorang pria duduk sendirian di bangku taman, menunggu.
Namanya Igor Malev. Oligarki Rusia. Salah satu orang terkaya di dunia. Dia bisa membeli apapun—perusahaan, rumah, bahkan orang.
Tapi ada satu hal yang tidak bisa dia beli: cinta mantan istrinya, Ewa.
Dua tahun lalu, Ewa meninggalkannya. Dia pergi bersama Hamid Hussein, desainer fashion terkenal yang menjanjikannya kehidupan yang lebih "bermakna."
Dan sekarang, Igor datang ke Cannes dengan satu tujuan: Membawa Ewa pulang. Dengan cara apapun.
Dalam 24 jam berikutnya, Igor akan melakukan sesuatu yang mengerikan. Dia akan membunuh—bukan karena kebencian, tapi karena cinta. Atau setidaknya, apa yang dia percaya sebagai cinta.
Dan melalui kisah gelap ini, Coelho mengajukan pertanyaan yang mengganggu:
Apa bedanya antara cinta dan obsesi? Antara sukses dan kehampaan? Antara menang dan kalah?
Selamat datang di "The Winner Stands Alone"—sebuah novel yang akan membuat Anda mempertanyakan segala sesuatu yang Anda pikir Anda inginkan dalam hidup.