Sepatu Boot yang Terbang ke Jurang
Bayangkan Anda berada di tengah gunung terpencil, sendirian, dengan kaki berdarah dan sepatu boot yang sudah hancur.
Anda melepas sepatu itu dengan susah payah, merasa lega sekaligus putus asa. Kemudian, entah kenapa, dalam sekejap kemarahan dan frustrasi, Anda melempar satu sepatu itu ke jurang.
Sepatu itu terbang melewati pohon-pohon pinus dan menghilang selamanya.
Sekarang Anda sendirian. Bertelanjang kaki. Berusia 26 tahun. Dan seorang anak yatim.
Inilah momen yang akan diingat Cheryl Strayed sepanjang hidupnya dari perjalanan 1.100 mil sendirian di Pacific Crest Trail. Bukan pemandangan indah. Bukan pencapaian heroik. Tapi momen ketika dia benar-benar kehilangan segalanya—dan akhirnya mulai menemukan dirinya.
"Wild" bukan cerita tentang petualangan outdoor yang menginspirasi. Ini bukan panduan pendakian gunung. Ini bukan kisah tentang "mengatasi rintangan dan mencapai impian."
Ini adalah kisah tentang bagaimana seseorang yang hidupnya hancur total—kehilangan ibu, perceraian, kecanduan narkoba, aborsi—memutuskan untuk berjalan sendirian di alam liar selama tiga bulan, tanpa pengalaman sama sekali, dengan harapan menemukan cara untuk tetap hidup.
Cheryl Strayed tidak pergi ke hutan untuk mencari petualangan. Dia pergi ke hutan untuk mencari dirinya yang hilang.
Dan yang dia temukan adalah bahwa kadang, untuk menemukan jalan pulang, Anda harus tersesat dulu—benar-benar tersesat—di tempat yang tidak ada seorang pun bisa menyelamatkan Anda kecuali diri sendiri.
Mari kita mulai dari awal. Dari saat hidupnya mulai runtuh.