Ukuran teks
18

Pertanyaan yang Salah

Bayangkan Anda pergi ke dokter dengan keluhan: kelelahan kronis, berat badan naik terus meskipun sudah diet, sulit konsentrasi, sering lapar meskipun baru makan. 

Dokter memeriksa. Mengambil darah. Hasilnya: gula darah Anda 105 mg/dL. Sedikit tinggi, tapi belum diabetes (batas diabetes adalah 126 mg/dL). 

"Anda baik-baik saja," kata dokter. "Coba kurangi makan dan olahraga lebih banyak." 

Anda pulang dengan nasihat yang sama yang sudah Anda dengar berkali-kali. Dan tidak ada yang berubah. 

Masalahnya bukan bahwa dokter Anda tidak peduli. Masalahnya adalah kita mengukur hal yang salah. 

Gula darah Anda memang "normal." Tapi ada sesuatu yang lebih penting yang tidak diukur: kadar insulin Anda. 

Dan kemungkinan besar, insulin Anda melonjak tinggi—2x, 3x, bahkan 5x lipat dari normal. Tubuh Anda memproduksi insulin berlebih untuk menjaga gula darah tetap "normal." 

Ini seperti mobil yang mesinnya bermasalah. Anda tekan gas lebih dalam untuk mempertahankan kecepatan yang sama. Kecepatan terlihat normal, tapi mesin sedang bekerja terlalu keras—dan cepat atau lambat akan rusak. 

Benjamin Bikman, profesor fisiologi dan biologi perkembangan di Brigham Young University yang menghabiskan lebih dari dua dekade mempelajari metabolisme, mengungkap kebenaran yang mengejutkan: 

Hampir semua penyakit kronis modern—obesitas, diabetes tipe 2, penyakit jantung, Alzheimer, kanker, PCOS, bahkan jerawat—memiliki satu akar yang sama: resistensi insulin.

Dan yang lebih mengejutkan: sebagian besar orang yang memilikinya tidak tahu. 

Mari kita mulai dengan memahami apa sebenarnya resistensi insulin—dan mengapa ini adalah epidemi tersembunyi yang lebih berbahaya dari COVID-19.

 


1 dari 11