Ukuran teks
18

Rapor Bukan Segalanya

Bayangkan ini: Anak Anda pulang dengan rapor. Semua nilai A. Anda bangga. Memeluknya. Mungkin memberikan hadiah. 

Lalu bayangkan tetangga Anda—anaknya dapat nilai C. Orang tua mereka tampak biasa saja. Tidak terlalu khawatir. Tidak terlalu kecewa. 

Maju 20 tahun ke depan. 

Anak Anda dengan nilai A bekerja sebagai akuntan di perusahaan besar. Gaji bagus. Pekerjaan stabil. Tapi setiap bulan sama: gaji masuk, tagihan dibayar, sisanya sedikit—atau tidak ada. 

Anak tetangga yang nilai C? Dia memiliki tiga bisnis. Mempekerjakan 50 orang. Dan salah satu karyawannya adalah... anak Anda yang dulu nilai A. 

Ini bukan dongeng. Ini realitas yang dilihat Robert Kiyosaki berkali-kali. 

Steve Jobs dapat nilai C. Bill Gates dropout. Mark Zuckerberg juga. Richard Branson bahkan kesulitan membaca karena disleksia. 

Tapi mereka semua menciptakan perusahaan yang mempekerjakan ribuan orang dengan nilai A. 

Mengapa ini terjadi? 

Karena sistem pendidikan kita tidak dirancang untuk menciptakan entrepreneur. Sistem pendidikan dirancang untuk menciptakan karyawan

Siswa dengan nilai A pintar mengikuti aturan, menghafal dengan baik, dan lulus ujian. Mereka sempurna untuk menjadi karyawan yang baik.

Siswa dengan nilai C? Mereka adalah pemikir kreatif, pengambil risiko, visioner—yang tidak pas dalam sistem. Tapi mereka sempurna untuk menjadi pencipta pekerjaan. 

Dan siswa dengan nilai B? Mereka berakhir di pemerintahan—stabil, aman, pensiun terjamin. 

Ini bukan untuk meremehkan nilai pendidikan. Ini untuk membuka mata bahwa nilai bagus bukan jaminan sukses finansial. Dan yang lebih penting: sekolah tidak mengajarkan apa yang benar-benar dibutuhkan anak-anak kita untuk sukses di dunia nyata. 

Mari kita mulai.

 


1 dari 10