Ukuran teks
18

Dua Kota dengan Nasib yang Sangat Berbeda

Bayangkan Anda berdiri di tengah-tengah kota Nogales. 

Satu langkah ke utara, Anda berada di Nogales, Arizona, Amerika Serikat. Rumah-rumah bersih dan terawat. Jalan-jalan mulus. Sekolah-sekolah bagus dengan komputer dan perpustakaan lengkap. Rumah sakit dengan teknologi modern. Pendapatan rata-rata $30,000 per tahun. Harapan hidup 75 tahun. Tingkat kriminalitas rendah. 

Satu langkah ke selatan—melintasi pagar pembatas—Anda berada di Nogales, Sonora, Meksiko. Rumah-rumah sederhana, banyak yang tidak punya sistem saluran air yang layak. Jalan berlubang. Sekolah kekurangan dana dan buku. Fasilitas kesehatan minim. Pendapatan rata-rata $10,000 per tahun. Harapan hidup 70 tahun. Tingkat kriminalitas tinggi. 

Dua kota. Satu nama. Dipisahkan hanya oleh pagar. 

Orang yang tinggal di kedua sisi? Mereka punya leluhur yang sama, budaya yang sama, makanan yang sama, bahkan seringkali keluarga yang sama. Cuacanya identik. Topografinya sama. Tidak ada perbedaan geografis yang signifikan. 

Lalu mengapa satu sisi tiga kali lebih kaya dari sisi lainnya? 

Ini adalah pertanyaan yang mengubah ekonomi modern. 

Daron Acemoğlu dan James Robinson—profesor MIT dan Harvard—menghabiskan 15 tahun meneliti pertanyaan ini. Mereka meneliti ratusan negara, ribuan tahun sejarah, dari Kekaisaran Romawi hingga Korea Utara modern. 

Dan mereka menemukan jawaban yang mengejutkan—jawaban yang menentang hampir semua teori konvensional tentang kemakmuran dan kemiskinan. 

Jawabannya bukan geografi. Bukan budaya. Bukan agama. Bukan IQ. Bukan keberuntungan.

Jawabannya adalah institusi—aturan main yang menentukan bagaimana masyarakat berfungsi, siapa yang mendapat kekuasaan, dan bagaimana kekayaan didistribusikan. 

Buku "Why Nations Fail" adalah salah satu buku ekonomi paling berpengaruh di abad ke-21. Buku yang menjelaskan mengapa beberapa negara sejahtera sementara yang lain terjebak dalam kemiskinan—dan apa yang bisa dilakukan tentang itu. 

Mari kita mulai dengan membongkar mitos-mitos yang salah.

 


1 dari 10