Ukuran teks
18

Meltdown di Supermarket

Bayangkan ini: Anda di supermarket dengan anak berusia 4 tahun. Antrian panjang. Anda lelah setelah seharian bekerja. 

Tiba-tiba anak Anda melihat permen di kasir. "Aku mau permen!" 

Anda sudah bilang tidak boleh jajan sebelum makan malam. "Tidak, sayang. Kita sudah sepakat." 

Dan kemudian... meledak

Anak Anda berteriak. Menangis. Melempar barang. Berbaring di lantai. Semua orang melihat. Anda merasa dihakimi. Wajah Anda panas. Anda ingin menghilang. 

Apa yang Anda lakukan? 

Opsi A: Marahi. "Kamu memalukan! Berhenti sekarang atau kita pulang tanpa apa-apa!"

Opsi B: Menyerah. "Baiklah, baiklah. Ambil permennya. Tapi hanya satu!" 

Opsi C: Sesuatu yang sama sekali berbeda—sesuatu yang kebanyakan orang tua tidak tahu karena tidak pernah diajari. 

Inilah yang Daniel Siegel dan Tina Payne Bryson—dua ahli perkembangan anak dan neuropsikiatri—ingin ajarkan kepada Anda: 

Meltdown anak Anda bukan tentang permen. Ini tentang otaknya yang sedang berkembang dan belum tahu bagaimana mengelola kekecewaan. 

Dan jika Anda memahami apa yang terjadi di dalam otak anak Anda, Anda bisa mengubah momen-momen sulit ini dari bencana menjadi kesempatan untuk mengajarkan keterampilan hidup yang penting.

"The Whole-Brain Child" bukan buku parenting biasa yang penuh dengan teori abstrak. Ini adalah panduan praktis berbasis neuroscience yang mengubah cara Anda melihat perilaku anak—dan cara Anda meresponsnya. 

Mari kita mulai dengan memahami apa yang sebenarnya terjadi di dalam kepala kecil itu.

 


1 dari 9