Ukuran teks
18

Pertanyaan yang Tidak Boleh Ditanyakan

Tahun 2003. Jutaan orang di seluruh dunia turun ke jalan—London, Madrid, Roma, Tokyo, bahkan kota-kota kecil di pelosok Eropa dan Asia. 

Mereka membawa poster. Mereka meneriakkan slogan. Mereka memohon kepada pemimpin mereka: "Jangan serang Irak." 

Di New York Times, kolumnis terkemuka menyebutnya "kekuatan kedua di dunia"—kekuatan pertama adalah pemerintah Amerika Serikat, kekuatan kedua adalah opini publik global. 

Lalu apa yang terjadi? 

Amerika menyerang Irak. Tanpa persetujuan PBB. Tanpa bukti nyata tentang senjata pemusnah massal. Meskipun mayoritas dunia menentang. 

Ratusan ribu orang Irak tewas. Negara itu hancur. Wilayah itu menjadi tidak stabil selama puluhan tahun. 

Dan tidak ada satu pun pemimpin yang bertanggung jawab atas keputusan itu yang pernah diadili. 

Ini adalah pertanyaan yang Noam Chomsky—linguist MIT, aktivis, dan salah satu intelektual publik paling berpengaruh di dunia—ajukan sepanjang karirnya selama 60 tahun: 

"Siapa yang benar-benar mengatur dunia? Dan mengapa mereka bisa lolos dengan apapun yang mereka lakukan?" 

"Who Rules the World?" bukan buku yang akan membuat Anda nyaman. Bukan buku yang penuh harapan atau cerita inspiratif tentang kebaikan manusia. 

Ini adalah buku yang memaksa Anda menghadapi kenyataan pahit: Dunia tidak diatur oleh keadilan, demokrasi, atau hak asasi manusia—meskipun itu yang mereka klaim. Dunia diatur oleh kekuasaan. Dan kekuasaan selalu menulis aturannya sendiri.

Tapi Chomsky tidak menulis buku ini untuk membuat kita putus asa. Dia menulis ini agar kita tidak naif. Agar kita tidak mudah dimanipulasi. Dan agar kita tahu di mana kita harus berjuang. 

Mari kita mulai.

 


1 dari 10