Ukuran teks
18

Momen yang Tidak Pernah Datang

Anda sedang mengemudi ke kantor. Pikiran Anda sudah di meeting jam 9. Anda mereplay percakapan kemarin dengan bos. Anda merencanakan apa yang akan Anda katakan. Anda cemas tentang presentasi sore nanti. 

Tiba-tiba, klakson membunyikan Anda. Anda hampir menabrak mobil di depan yang sudah berhenti. Jantung berdebar. "Dari mana mobil itu?!" 

Jawabannya sederhana: mobil itu selalu di sana. Anda yang tidak ada. 

Atau Anda sedang makan malam bersama keluarga. Anak Anda bercerita tentang sekolahnya. Tapi Anda tidak mendengar. Anda scroll ponsel, mengecek email, memikirkan deadline besok. 

"Ayah, kamu dengar nggak?" 

Anda tersenyum dan mengangguk. Tapi sebenarnya, Anda tidak tahu apa yang baru saja dia katakan. 

Atau malam minggu. Akhirnya waktu luang. Anda duduk di sofa, menyalakan TV. Tapi pikiran Anda tidak tenang. "Besok harus ngapain? Tagihan sudah dibayar belum? Kenapa tadi dia bilang begitu, ya? Kok badan rasanya tidak enak..." 

Satu jam berlalu. Anda tidak ingat apa yang baru saja Anda tonton. Anda tidak benar-benar istirahat. Anda hanya... tidak hadir. 

Inilah paradoks kehidupan modern: Kita selalu ada di tempat lain. 

Ketika bekerja, kita ingin pulang. Ketika pulang, kita memikirkan pekerjaan. Ketika sendirian, kita ingin bersama orang. Ketika bersama orang, kita memeriksa ponsel. Ketika liburan, kita cemas tentang yang ditinggalkan. Ketika kembali, kita sudah lelah.

Kita menghabiskan sebagian besar hidup menunggu sesuatu: 

● Menunggu weekend 

● Menunggu liburan 

● Menunggu promosi 

● Menunggu menikah 

● Menunggu punya anak 

● Menunggu anak besar 

● Menunggu pensiun 

● Menunggu... hidup "dimulai" 

Dan suatu hari kita bangun dan menyadari: hidup sudah berlalu. Kita melewatkannya sementara kita sibuk menunggu. 

Jon Kabat-Zinn, seorang profesor kedokteran yang menghabiskan lebih dari 40 tahun mempelajari dan mengajarkan meditasi, menulis buku sederhana dengan judul yang profound: 

"Wherever You Go, There You Are" 

Artinya sederhana tapi menghantam: Ke mana pun Anda pergi, di situ lah Anda. 

Anda tidak bisa lari dari diri sendiri. Anda tidak bisa menemukan kedamaian "di luar sana" jika Anda tidak bisa menemukannya di sini, sekarang, dalam diri Anda. 

Buku ini bukan tentang teknik meditasi yang rumit. Bukan tentang menjadi Buddhist atau mistis. Ini tentang sesuatu yang lebih mendasar dan lebih transformatif: 

Bagaimana hadir sepenuhnya dalam hidup Anda sendiri. 

Mari kita mulai dengan pertanyaan paling fundamental.

 


1 dari 10