Pertanyaan yang Salah
Bayangkan seorang anak perempuan berusia 9 tahun. Dia duduk di kelas, tatapannya kosong. Guru mencoba menarik perhatiannya, tapi dia tidak merespons. Ketika ditanya kenapa tidak mengerjakan tugas, dia marah dan berteriak.
Guru berpikir: "Ada apa dengan anak ini? Mengapa dia berperilaku seperti ini?"
Kepala sekolah dipanggil. Psikolog sekolah dipanggil. Label diberikan: "bermasalah," "tidak kooperatif," "ADHD," "oppositional defiant disorder."
Tidak ada yang bertanya pertanyaan yang benar.
Tidak ada yang bertanya: "Apa yang terjadi padamu?"
Jika mereka bertanya, mereka akan tahu: semalam, anak ini mendengar ayahnya memukuli ibunya. Dia tidak tidur semalaman, menunggu dalam ketakutan apakah ayahnya akan datang ke kamarnya berikutnya. Dia lapar karena tidak ada sarapan—uang habis untuk alkohol. Dan parfum guru kelas mengingatkannya pada parfum bibinya, yang pernah menyakitinya.
Ini bukan anak yang "bermasalah." Ini adalah anak yang mengalami trauma.
Inilah inti dari buku revolusioner yang ditulis oleh Oprah Winfrey—salah satu tokoh media paling berpengaruh di dunia yang sendiri adalah survivor dari trauma masa kecil yang brutal—dan Dr. Bruce Perry, ahli neurosains dan trauma anak terkemuka.
Mereka mengajak kita untuk mengubah pertanyaan fundamental yang kita tanyakan.
Bukan "Ada apa denganmu?" Tapi "Apa yang terjadi padamu?"
Pergeseran sederhana ini—dari menghakimi ke memahami—mengubah segalanya.
Mari kita mulai perjalanan ini.