Ukuran teks
18

Rahasia di Balik Brand Legendaris

Mudah untuk mengenali brand yang luar biasa. Apple. Nike. Zappos. Starbucks. Patagonia. 

Mereka bukan sekadar perusahaan yang menjual produk. Mereka adalah ikon budaya. Mereka memiliki penggemar fanatik. Orang rela mengantri berjam-jam untuk produk mereka. Karyawan bangga bekerja untuk mereka. Kompetitor berusaha meniru mereka. 

Tapi inilah pertanyaan sebenarnya: Bagaimana mereka sampai di sana? 

Kebanyakan orang berpikir brand besar lahir dari keberuntungan, timing yang sempurna, atau jenius seorang pemimpin visioner. Steve Jobs untuk Apple. Phil Knight untuk Nike. Tony Hsieh untuk Zappos. 

Denise Lee Yohn tahu kebenarannya: Brand besar dibangun dengan teknik yang spesifik dan dapat direplikasi

Setelah 25 tahun membangun brand untuk perusahaan seperti Sony, Frito-Lay, Burger King, dan Target, Denise menemukan pola yang sama di balik semua brand hebat. Tujuh prinsip yang, ketika diterapkan secara konsisten, mengangkat brand biasa menjadi ikon industri. 

Ini bukan tentang anggaran iklan terbesar atau kampanye marketing paling kreatif. Ini tentang sesuatu yang jauh lebih fundamental: mengintegrasikan brand ke dalam DNA bisnis Anda

Denise menyebutnya "Brand sebagai Bisnis"—pendekatan di mana tidak ada perbedaan antara strategi brand dan strategi bisnis. Brand bukan departemen marketing. Brand adalah cara Anda menjalankan seluruh perusahaan. 

Dan itulah yang membuat segala perbedaan.

 


1 dari 11