Ukuran teks
18

Moment yang Menentukan Segalanya

Bayangkan Anda duduk di meeting room. 

Tim sedang brainstorming untuk project besar. Ada masalah yang perlu diselesaikan. Ada opportunity yang harus diambil. Ada keputusan yang harus dibuat. 

Semua orang diam. 

Bos melihat sekeliling ruangan. "Ada yang punya ide?" 

Hening. 

Anda sebenarnya punya ide. Ide yang bagus. Ide yang mungkin bisa bekerja. Tapi Anda diam. 

Karena... bagaimana kalau ide itu bodoh? Bagaimana kalau orang-orang menertawakan Anda? Bagaimana kalau Anda salah? 

Jadi Anda diam. Dan moment itu berlalu. 

Lima menit kemudian, seseorang yang lain mengangkat tangan dan menyampaikan ide—ide yang sangat mirip dengan yang Anda pikirkan. Dan semua orang bilang, "Wah, itu brilian!" 

Dan Anda duduk di sana, menyesal. 

Kita semua pernah di sana. 

Moment ketika giliran kita untuk bertindak—dan kita tidak bertindak. 

Moment ketika kita seharusnya bicara—tapi kita diam. 

Moment ketika kita seharusnya mulai—tapi kita menunda.

Moment ketika kita seharusnya mencoba—tapi kita takut. 

Seth Godin menulis buku ini dengan satu pesan sederhana namun radical:

"It's your turn. Saatnya giliran Anda. Dan Anda tahu itu." 

Bukan giliran bos Anda. Bukan giliran pemerintah. Bukan giliran "orang yang lebih qualified." Bukan giliran "nanti ketika saya lebih siap." 

Sekarang. Giliran Anda. 

Pertanyaannya bukan apakah giliran Anda akan datang. Pertanyaannya adalah: Apa yang akan Anda lakukan ketika giliran itu tiba? 

Mari kita mulai.

 


1 dari 13