Pertanyaan yang Tidak Berani Kita Tanyakan
Berhenti sejenak.
Tutup laptop Anda. Matikan ponsel. Lepaskan semua distraksi.
Sekarang tanyakan pada diri sendiri—dengan sangat jujur—pertanyaan ini:
"Apa yang sebenarnya sedang saya lakukan dengan hidup saya?"
Bukan "Apa yang seharusnya saya lakukan." Bukan "Apa yang orang lain harapkan saya lakukan." Bukan "Apa yang terlihat baik di media sosial."
Tapi secara faktual, secara jujur: Apa yang benar-benar Anda lakukan dengan satu-satunya hidup yang Anda miliki?
Apakah Anda hidup? Atau hanya mengikuti program yang sudah diset oleh orang lain—orang tua, sekolah, masyarakat, budaya?
Apakah Anda berpikir dengan kepala sendiri? Atau hanya mengulang apa yang pernah diajarkan kepada Anda?
Apakah Anda bahagia? Atau hanya meyakinkan diri sendiri bahwa Anda akan bahagia... nanti... setelah dapat promosi, setelah menikah, setelah punya uang lebih banyak?
J. Krishnamurti—salah satu pemikir paling radikal abad ke-20—menghabiskan 60 tahun hidupnya mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang tidak nyaman ini. Bukan untuk memberikan jawaban. Tapi untuk membantu kita melihat bagaimana kita sebenarnya hidup.
Dan apa yang dia temukan mengejutkan:
Kebanyakan dari kita tidak benar-benar hidup. Kita hanya bereaksi terhadap program yang sudah ditanamkan dalam diri kita sejak kecil.
Kita seperti komputer yang menjalankan software lama—software yang diinstal oleh orang tua, guru, agama, budaya. Kita berpikir kita bebas memilih, padahal kita hanya mengikuti script yang sudah ditulis orang lain.
"What Are You Doing With Your Life?" adalah kumpulan percakapan Krishnamurti dengan anak-anak muda dan pendidik. Tapi ini bukan buku tentang karir atau tujuan hidup dalam arti konvensional.
Ini adalah buku tentang revolusi dalam diri—transformasi radikal dalam cara kita melihat diri sendiri dan dunia.
Mari kita mulai dengan menghancurkan ilusi pertama.