Siapa yang Berani Disebut Pejuang?
Bayangkan Anda berdiri di persimpangan jalan.
Di sebelah kiri: jalan yang aman, nyaman, sudah dikenal. Pekerjaan stabil yang Anda tidak cintai tapi tidak benci. Hubungan yang biasa-biasa saja tapi tidak bermasalah. Kehidupan yang dapat diprediksi—tidak ada kejutan buruk, tapi juga tidak ada keajaiban.
Di sebelah kanan: jalan yang tidak jelas ujungnya. Penuh ketidakpastian. Mungkin membawa Anda pada impian terdalam Anda. Mungkin juga membuat Anda jatuh. Tapi satu hal yang pasti: jalan ini mengharuskan Anda menjadi lebih dari yang Anda kira bisa Anda jadi.
Yang mana yang Anda pilih?
Kebanyakan orang memilih kiri. Bukan karena mereka tidak punya impian. Bukan karena mereka tidak berani. Tapi karena mereka belum menyadari siapa sebenarnya mereka.
Paulo Coelho, dalam "Manual of the Warrior of Light," menulis untuk mereka yang memilih jalan kanan. Atau lebih tepatnya, untuk mereka yang ingin memilih jalan kanan tapi masih ragu-ragu di persimpangan.
Buku ini bukan novel. Bukan self-help book biasa. Ini adalah manual spiritual—kumpulan meditasi tentang apa artinya menjadi "pejuang cahaya" dalam dunia yang penuh kegelapan.
Tapi tunggu. Apa itu "pejuang cahaya"?
Coelho menulis: "Setiap orang di dunia ini adalah pejuang cahaya. Setiap orang yang mencari apa yang dia yakini, dan yang membuat pilihan, yang membuat keputusan, yang meninggalkan banyak hal demi satu hal yang dia anggap penting."
Anda tidak perlu memakai baju zirah. Tidak perlu pedang. Tidak perlu musuh yang jelas.
Anda hanya perlu keberanian untuk mengejar apa yang membuat hati Anda bernyawa—meskipun seluruh dunia mengatakan Anda gila.