Dua Kehidupan yang Kita Jalani
Setiap orang memiliki dua kehidupan.
Kehidupan yang kita jalani. Dan kehidupan yang belum terjalani di dalam diri kita.
Di antara keduanya, berdiri sebuah kekuatan tak terlihat yang paling berbahaya yang pernah Anda hadapi. Kekuatan yang telah membunuh lebih banyak mimpi daripada kegagalan. Yang telah menghancurkan lebih banyak bakat daripada kurangnya kemampuan. Yang telah mencuri lebih banyak masa depan daripada apapun di dunia ini.
Namanya adalah Resistance—Resistensi, Perlawanan.
Mungkin Anda pernah bermimpi menulis novel. Tapi sampai hari ini, halaman pertama masih kosong.
Mungkin Anda ingin memulai bisnis sendiri. Tapi setiap hari Anda menemukan alasan untuk menunda.
Mungkin Anda ingin belajar melukis, memulai podcast, menulis blog, membuat film, atau mengejar passion apapun yang membuat hati Anda berdetak lebih cepat.
Tapi entah kenapa, Anda tidak pernah benar-benar mulai. Atau Anda mulai, lalu berhenti di tengah jalan. Atau Anda hampir selesai, tapi tidak pernah benar-benar meluncurkannya ke dunia.
Mengapa?
Stephen Pressfield, yang selama 27 tahun gagal sebagai penulis sebelum akhirnya menerbitkan novel pertamanya yang sukses di usia 52 tahun, tahu jawabannya. Ia telah menghadapi musuh ini setiap hari selama lebih dari seperempat abad. Ia telah kalah ribuan kali. Dan ia telah belajar cara menang.
Dalam buku "The War of Art," Pressfield tidak menawarkan motivasi dangkal atau tips produktivitas mudah. Ia memberitahu kebenaran yang keras: ada perang yang terjadi di
dalam diri Anda setiap hari. Dan jika Anda ingin hidup sesuai potensi Anda, Anda harus memenangkan perang itu.
Ini bukan tentang seni saja. Ini tentang setiap orang yang memiliki panggilan lebih tinggi tapi belum menjawabnya. Ini tentang Anda.