Pencarian yang Tidak Terduga
Sam Harris adalah seorang neuroscientist. Seorang atheis terkenal. Salah satu dari "Four Horsemen" dari New Atheism bersama Richard Dawkins, Christopher Hitchens, dan Daniel Dennett.
Dia menulis buku-buku yang mengkritik organisasi agama dengan keras. Dia berdebat melawan fundamentalisme religius di panggung-panggung internasional. Dia adalah simbol dari rasionalitas saintifik melawan takhayul religius.
Jadi ketika dia menerbitkan buku berjudul "Waking Up: A Guide to Spirituality Without Religion," banyak orang terkejut.
"Tunggu—Sam Harris bicara tentang spiritualitas? Bukankah dia yang bilang agama adalah racun?"
Tapi bagi Harris, tidak ada kontradiksi di sini. Justru sebaliknya.
Dia menjelaskan perbedaan serius antara agama dengan spiritualitas: Anda bisa menolak agama sepenuhnya sambil tetap mengakui pentingnya spiritualitas.
Lebih jauh lagi: Anda bisa mengeksplorasi dimensi terdalam dari kesadaran manusia tanpa harus menerima klaim supernatural apapun.
Buku ini lahir dari pengalaman personal Harris. Pada usia 20 tahun, setelah lulus dari Stanford, dia tidak langsung ke sekolah lagi. Dia melakukan sesuatu yang tidak biasa untuk seorang calon ilmuwan:
Dia pergi ke India. Belajar meditasi Vipassana. Menghabiskan bulan-bulan dalam silent retreat. Mempelajari kesadaran bukan hanya melalui buku neurosains, tapi melalui pengalaman langsung.
Dan apa yang dia temukan mengubah seluruh pemahaman dia tentang pikiran, diri, dan realitas.
"Waking Up" adalah usaha Harris untuk menjelaskan pengalaman itu—dan mengapa setiap orang, terlepas dari kepercayaan religius mereka, harus peduli tentang kesadaran.