Momen di Rankin Bridge
Bayangkan Anda duduk di sebuah bangku, memandang jembatan tua yang membentang di atas sungai.
Angin musim semi bertiup lembut. Burung-burung berkicau. Dunia terlihat damai.
Tapi di kepala Anda, badai mengamuk. Suara-suara yang mengatakan Anda tidak berguna. Bahwa Anda telah mengecewakan semua orang. Bahwa mungkin dunia akan lebih baik tanpa Anda.
Dan Anda mulai berpikir: "Mungkin ini tempat yang tepat untuk melakukannya."
Inilah yang terjadi pada John Fetterman pada awal tahun 2023, beberapa bulan setelah dia terpilih menjadi Senator Amerika Serikat mewakili Pennsylvania.
Dari luar, hidupnya terlihat seperti kisah sukses Amerika klasik: anak laki-laki kelas menengah yang tumbuh menjadi wali kota ikonik, kemudian wakil gubernur, dan akhirnya senator. Pria dengan tinggi 6 kaki 8 inci yang memakai hoodie ke Senat, mendobrak konvensi politik, menjadi suara untuk yang terlupakan.
Tapi dari dalam, dia hancur.
Stroke yang mengancam jiwa pada Mei 2022—tepat empat hari sebelum pemilihan pendahuluan—mengubah segalanya. Kemampuan bicara dan pendengarannya terganggu. Depresi yang telah dia sembunyikan bertahun-tahun kini mengonsumsi hidupnya.
Pada momen di Rankin Bridge itu, John Fetterman—senator yang baru saja mengalahkan Dr. Mehmet Oz dalam salah satu pemilu paling dramatis tahun 2022—sedang merencanakan bunuh diri.
"Unfettered" adalah kisah bagaimana dia sampai ke titik itu. Dan yang lebih penting, bagaimana dia berhasil keluar dari jurang gelap tersebut.
Ini bukan memoir politik biasa yang penuh dengan propaganda dan citra yang dipoles. Ini adalah pengakuan mentah seorang pria yang hampir kehilangan segalanya—dan bagaimana dia menemukan jalan kembali.
Mari kita mulai dari awal. Dari sebuah kota kecil bernama Braddock yang mengubah hidup seorang anak kaya menjadi pejuang untuk yang terlupakan.