Ukuran teks
18

Dua Orang yang Mengubah Segalanya

Tahun 1969. Universitas Hebrew, Yerusalem. 

Di sebuah ruang seminar gelap, seorang profesor muda bernama Daniel Kahneman sedang memberikan kuliah tentang persepsi visual. Audiensnya adalah para dosen senior dan peneliti—orang-orang yang sudah menghabiskan puluhan tahun mempelajari psikologi. 

Di barisan belakang duduk Amos Tversky, seorang profesor yang dikenal sebagai orang paling brilian di fakultas. Tampan. Percaya diri. Selalu benar. Orang yang membuat orang lain merasa bodoh hanya dengan kehadirannya. 

Selama kuliah, Amos mengangkat tangan berkali-kali. Setiap kali dia berbicara, dia menunjukkan kelemahan dalam argumen Kahneman. Setiap pertanyaannya membuat orang lain mengangguk—"Ah, iya juga ya." 

Kahneman merasa terhina. Ini adalah salah satu presentasi terburuk dalam karirnya.

Tapi setelah kuliah, sesuatu yang aneh terjadi. 

Amos menghampiri Kahneman dan berkata: "Presentasimu sangat menarik. Aku ingin bicara lebih banyak tentang ini. Makan siang besok?" 

Dan dari pertemuan yang canggung itu—antara dua orang yang sangat berbeda, yang seharusnya tidak cocok—lahir salah satu kolaborasi paling produktif dalam sejarah sains. 

Dalam 15 tahun ke depan, Daniel Kahneman dan Amos Tversky akan: 

● Menciptakan bidang baru yang disebut behavioral economics 

● Membuktikan bahwa manusia tidak rasional seperti yang dikira ekonom selama ratusan tahun 

● Mengidentifikasi puluhan bias kognitif yang mempengaruhi setiap keputusan kita

● Mengubah cara dokter mendiagnosis, manajer merekrut, dan hakim memutuskan hukuman

● Membuat salah satu dari mereka (Kahneman) memenangkan Hadiah Nobel

Dan kemudian, persahabatan itu akan hancur—dengan cara yang tragis dan menyakitkan. 

Buku "The Undoing Project" adalah kisah mereka. Bukan hanya tentang ide-ide yang mengubah dunia. Tapi tentang bagaimana ide-ide besar lahir dari hubungan manusia yang rumit, intens, dan penuh dengan kecemerlangan sekaligus kerentanan. 

Mari kita mulai.

 


1 dari 11