Ukuran teks
18

Jika Kamu Bisa Mengulangi Hidupmu

Bayangkan ini: Kamu baru saja mengatakan sesuatu yang bodoh di depan teman-temanmu. Mereka tertawa. Kamu malu setengah mati. Wajahmu memerah. Kamu ingin menghilang. 

Lalu tiba-tiba... waktu mundur. 

Kamu kembali ke lima menit yang lalu. Sebelum kata-kata bodoh itu keluar dari mulutmu. Sebelum tawa mereka. Sebelum rasa malu itu. 

Dan kali ini, kamu diam. Atau kamu mengatakan sesuatu yang lebih cerdas. Dan momen memalukan itu? Tidak pernah terjadi. 

Sekarang bayangkan kamu punya kekuatan itu untuk setiap momen dalam hidupmu. 

Gagal ujian? Ulangi. Putus cinta? Perbaiki. Mengatakan hal yang salah pada atasan? Ganti kata-katamu. Kecelakaan mobil? Hindari. 

Setiap kesalahan bisa dihapus. Setiap penyesalan bisa diubah. Setiap jalan buntu punya jalan alternatif. 

Kedengarannya seperti impian, bukan? 

Itulah hidup Alfie Logan. 

Sejak usia delapan tahun, Alfie punya kemampuan magis untuk mengulangi setiap momen dalam hidupnya. Cukup katakan kata "twice" (dua kali), dan dia kembali ke waktu itu—dengan semua pengetahuan tentang apa yang akan terjadi. 

Tapi inilah yang dia pelajari setelah puluhan tahun hidup dengan kekuatan itu: 

Kesempatan kedua tidak selalu membuat hidup lebih baik. Kadang, ia membuat semuanya lebih buruk.

"Twice"—novel terbaru dari Mitch Albom, penulis "Tuesdays with Morrie"—adalah kisah tentang seorang pria yang bisa mengulangi segalanya, tapi belajar dengan cara yang paling menyakitkan bahwa beberapa hal hanya bisa terjadi sekali. 

Terutama cinta sejati. 

Mari kita mulai perjalanan Alfie—perjalanan yang akan membuat kita bertanya: Jika kita bisa mengulang hidup kita, apakah kita benar-benar akan melakukannya?

 


1 dari 11