Ketika Kehidupan Terasa Berantakan
Desember 2016. Timothy Ferriss—penulis buku laris "The 4-Hour Workweek," podcaster dengan ratusan juta download, investor di puluhan startup unicorn—duduk sendirian di rumahnya.
Depresi.
Tidak, bukan sedih biasa. Depresi klinis yang membuatnya meragukan segalanya. Karir yang sukses terasa hampa. Hubungan yang rumit. Perasaan stuck meskipun secara objektif "berhasil."
Di titik terendahnya, dia mengingat sesuatu: setiap kali dia merasa lost, dia menelepon mentor—orang-orang yang sudah melewati badai yang dia hadapi.
Tapi kali ini, dia ingin melakukan sesuatu yang berbeda. Dia ingin mengumpulkan wisdom dari banyak mentor sekaligus. Dan lebih penting: dia ingin membagikannya.
Jadi dia mengirim email ke 130+ orang paling sukses dan menarik yang dia kenal—dari atlet olimpiade hingga CEO, dari seniman hingga ilmuwan, dari miliarder hingga biarawan—dan mengajukan 11 pertanyaan yang sama.
Pertanyaan tentang rutinitas. Tentang kegagalan. Tentang nasihat yang mereka sesalkan tidak mereka tahu lebih awal. Tentang bagaimana mereka bangkit ketika jatuh.
Dan mereka menjawab.
"Tribe of Mentors" adalah hasilnya—sebuah buku yang seperti mengundang 130 orang paling bijak di planet ini untuk dinner dan bertanya hal-hal yang benar-benar penting.
Inilah wisdom yang mereka bagikan.