Ukuran teks
18

Filsuf yang Menghancurkan Kepastian

Bayangkan Anda bangun pagi ini dengan keyakinan penuh: 

● Matahari akan terbit besok 

● Api akan membakar jika disentuh 

● 2 + 2 = 4 

● Anda adalah orang yang sama dengan kemarin 

Sekarang bayangkan ada seseorang yang bertanya: "Bagaimana kamu tahu itu semua benar?" 

Anda mungkin menjawab: "Ya jelas! Matahari selalu terbit. Api selalu panas. Matematika adalah kebenaran. Dan aku ya tetap aku." 

Lalu orang itu bertanya lagi: "Tapi bagaimana kamu TAHU? Bukan percaya. Bukan kebiasaan. Tapi benar-benar TAHU?" 

Dan tiba-tiba... Anda ragu. 

Inilah yang dilakukan David Hume pada tahun 1739, di usia 28 tahun, ketika ia menerbitkan "A Treatise of Human Nature"—sebuah buku yang mengguncang fondasi semua yang kita pikir kita tahu tentang pengetahuan, moralitas, dan bahkan tentang diri kita sendiri. 

Hume bukan hanya bertanya, "Apa yang kita tahu?" Dia bertanya, "Bagaimana kita bisa tahu apa pun?" 

Dan jawabannya mengejutkan: Mungkin kita tidak bisa. 

Tapi jangan berhenti membaca. Karena dari kehancuran kepastian ini, Hume membangun pemahaman baru yang lebih jujur, lebih rendah hati, dan—ironisnya—lebih berguna tentang bagaimana manusia benar-benar bekerja. 

Mari kita mulai dengan pertanyaan paling fundamental.

 


1 dari 11