Kucing yang Menolak Diadopsi
Namaku Nana. Aku kucing.
Dan aku punya masalah: pemilikku, Satoru, mencoba memberiku kepada orang lain.
Ini tidak masuk akal. Kami baik-baik saja. Kami punya apartemen yang nyaman. Dia memberi makan tepat waktu. Dia tidak memaksaku memakai baju konyol seperti yang kuliat di internet. Kami hidup dalam harmoni yang sempurna—dengan pemahaman yang jelas bahwa dia ada untuk melayani kebutuhanku.
Jadi mengapa tiba-tiba dia memasukkanku ke dalam keranjang perak, memasukkanku ke dalam mobil yang mencurigakan itu, dan membawaku dalam "perjalanan" untuk menemukan "rumah baru"?
Aku mencoba memberitahunya: "Nyan! Nyan!" (Yang dalam bahasa manusia berarti: "Apa yang salah dengan rumah yang sekarang, bodoh?")
Tapi dia hanya tersenyum dengan senyuman sedih itu—senyuman yang tidak kupahami saat itu, tetapi yang akan membuatku mengerti segala sesuatu tentang cinta, kehilangan, dan apa artinya melepaskan.
Ini adalah kisah perjalanan kami melintasi Jepang. Perjalanan yang kukira tentang mencari rumah baru untukku.
Ternyata, ini adalah perjalanan tentang sesuatu yang jauh lebih besar—dan jauh lebih menyakitkan.
Tapi seperti yang akan kamu pelajari dari kisah ini: Kadang perjalanan paling menyakitkan adalah yang paling penuh cinta.