Ukuran teks
18

£300 Juta dalam Satu Tahun—dan Mengapa Itu Membuatnya Sakit

Tahun 2011. Trading floor Citibank, Canary Wharf, London. 

Gary Stevenson, 24 tahun, duduk di mejanya yang dipenuhi layar komputer. Angka-angka bergerak cepat. Jantungnya berdebar. Telepon berdering tanpa henti. 

Dia baru saja menghasilkan £300 juta profit untuk Citibank dalam satu tahun—lebih banyak dari siapa pun di seluruh bank, bahkan lebih dari trader senior yang sudah 30 tahun di industri ini. 

Dia adalah trader paling menguntungkan di dunia pada tahun itu. 

Bonusnya? £millions. Di usia 24 tahun, Gary lebih kaya dari yang dia bayangkan mungkin. Dia telah menang dalam permainan paling kompetitif di dunia. 

Tapi ada masalah. 

Gary menghasilkan semua uang itu dengan bertaruh bahwa ekonomi akan runtuh. Bertaruh bahwa jutaan orang akan kehilangan pekerjaan. Bertaruh bahwa ketimpangan akan semakin parah. Bertaruh bahwa orang-orang seperti keluarganya—kelas pekerja, hidup dari gaji ke gaji—akan semakin menderita. 

Dan dia benar. 

Setiap kali data ekonomi buruk keluar—pengangguran naik, GDP turun, gaji stagnan—profitnya naik. Setiap kali seseorang kehilangan rumah karena tidak bisa bayar mortgage, posisinya menjadi lebih menguntungkan. 

Dia menghasilkan jutaan dari penderitaan jutaan orang lain. 

Malam itu, Gary pulang ke apartemen mewahnya di Canary Wharf—apartemen yang bisa dia beli tunai, di gedung di mana satu parkir mobil lebih mahal dari rumah orang tuanya.

Dia duduk sendirian. Melihat ke cermin. Dan bertanya pada dirinya sendiri: 

"Apakah ini yang aku inginkan? Menjadi orang terkaya... dengan uang yang berasal dari kehancuran orang-orang seperti keluargaku?" 

Tiga tahun kemudian, pada usia 27, Gary Stevenson meninggalkan Citibank. Meninggalkan gaji £millions per tahun. Meninggalkan dunia yang obsessed dengan uang, status, dan kekuasaan. 

Dan dia mulai berbicara—tentang bagaimana sistem ekonomi global adalah permainan yang rigged, tentang ketimpangan yang menghancurkan ekonomi, tentang kebenaran yang tidak ingin didengar oleh orang kaya. 

"The Trading Game" adalah kisahnya. Kisah tentang bagaimana seseorang dari keluarga kelas pekerja menembus dunia elite—dan kemudian meninggalkannya karena hati nuraninya tidak bisa diam. 

Ini bukan buku tentang bagaimana menjadi trader sukses. Ini adalah buku tentang apa yang sebenarnya terjadi di balik layar ekonomi global—dan mengapa kita semua harus peduli. 

Mari kita mulai.

 


1 dari 11