Mata Seorang Pengusaha Melihat Inggris yang Sedang Berubah
Tahun 1722. Seorang pria berusia 62 tahun—pedagang yang pernah bangkrut, mata-mata yang pernah dipenjara, penulis yang karyanya dibaca seluruh Eropa—memulai perjalanan.
Bukan perjalanan biasa. Bukan untuk liburan. Bukan untuk petualangan romantis.
Daniel Defoe, penulis "Robinson Crusoe", memutuskan untuk melakukan sesuatu yang belum pernah dilakukan siapa pun: mengunjungi setiap sudut Inggris, Skotlandia, dan Wales untuk melihat bagaimana rakyat benar-benar hidup, bekerja, dan berdagang.
Dia tidak tertarik pada istana-istana megah atau pemandangan indah. Itu untuk turis.
Defoe tertarik pada pertanyaan yang berbeda:
● Bagaimana orang-orang ini mencari nafkah?
● Apa yang mereka produksi?
● Kemana mereka menjual?
● Bagaimana perdagangan mengalir melalui pulau ini?
Dengan kata lain, dia ingin memahami mesin ekonomi yang menggerakkan bangsa.
Dan apa yang dia temukan mengejutkan—sebuah bangsa yang sedang dalam transformasi dramatis. Inggris tahun 1720-an bukan lagi negara agraris yang tidur. Ini adalah bangsa pedagang, inovator, dan pekerja keras yang sedang membangun fondasi untuk menjadi kekuatan ekonomi terbesar dunia.
"A Tour Through The Whole Island Of Great Britain" adalah laporannya—sebuah snapshot luar biasa dari Inggris di ambang Revolusi Industri, dilihat melalui mata seorang pengusaha yang tajam.
Dan meskipun ditulis 300 tahun lalu, pelajaran di dalamnya tentang bagaimana ekonomi berkembang, bagaimana perdagangan menciptakan kemakmuran, dan bagaimana inovasi mengubah masyarakat—masih relevan hari ini.
Mari kita ikuti perjalanan Defoe.