Ukuran teks
18

Pria dengan Dua Wajah

Seorang pria tua kurus dengan topi bowler berjalan pelan di jalanan New York. Ia tersenyum ramah kepada anak-anak yang ia temui, mengeluarkan dime mengkilap dari sakunya, dan memberikannya sambil berkata, "Simpan ini. Sepuluh dime membuat satu dolar." 

Anak-anak itu girang. Mereka tidak tahu bahwa pria tua ramah ini pernah menjadi orang paling dibenci di Amerika—dituduh sebagai perampok, monopolist kejam, penghancur kompetitor tanpa belas kasih. 

Mereka juga tidak tahu bahwa pria yang sama ini telah memberikan lebih dari 540 juta dolar untuk amal—jumlah yang belum pernah terdengar dalam sejarah manusia—mendirikan universitas, memberantas penyakit, dan merevolusi kedokteran modern. 

Ini adalah John D. Rockefeller—orang terkaya dalam sejarah Amerika, baron perampok terbesar, dan dermawan paling murah hati. Pria yang membangun monopoli minyak paling ditakuti di dunia, namun juga menciptakan template filantropi modern yang masih kita gunakan hari ini. 

Bagaimana mungkin satu orang bisa menjadi simbol dari kedua hal yang sangat bertentangan—kapitalisme paling kejam dan kemurahan hati paling luar biasa? 

Untuk memahami ini, kita harus kembali ke mana semuanya dimulai—ke masa kecil yang membentuk salah satu kepribadian paling kompleks dan kontradiktif dalam sejarah Amerika.

 


1 dari 8