Ukuran teks
18

Misteri Sepatu yang Mengubah Segalanya

Pertengahan 1990-an. Hush Puppies—sepatu suede kumal yang hampir bangkrut—tiba-tiba menjadi fenomena mode paling panas di Amerika. 

Penjualan mereka jatuh hingga hanya 30.000 pasang per tahun. Perusahaan sudah bersiap menutup lini produksi. Tidak ada kampanye iklan besar. Tidak ada endorsement selebriti. Tidak ada strategi marketing yang cemerlang. 

Lalu, sesuatu yang aneh terjadi. 

Beberapa anak muda hipster di East Village, Manhattan, mulai membeli sepatu bekas Hush Puppies dari toko vintage. Mereka memakainya karena—justru—sepatu itu sudah tidak populer. Itu membuat mereka terlihat berbeda. Anti-mainstream. 

Dalam satu tahun, penjualan melonjak menjadi 430.000 pasang. 

Tahun berikutnya? Dua juta pasang terjual. Desainer mode di Milan memasukkan Hush Puppies ke runway mereka. Tiba-tiba, sepatu yang nyaris mati ini ada di mana-mana—di mall, di kampus, di kaki jutaan orang Amerika. 

Apa yang terjadi? Bagaimana sebuah produk bisa berubah dari tidak terlihat menjadi fenomena massa dalam waktu singkat? 

Inilah yang Malcolm Gladwell sebut sebagai "Tipping Point"—momen ajaib ketika sebuah ide, produk, pesan, atau perilaku melewati ambang batas tertentu dan menyebar seperti api liar. 

Seperti epidemi flu yang mulai pelan, lalu tiba-tiba meledak dan menginfeksi jutaan orang, tren sosial juga bekerja dengan cara yang sama. Dan yang paling mengejutkan: perubahan dramatis ini seringkali dipicu oleh hal-hal yang sangat kecil.

 


1 dari 10