Ukuran teks
18

Ulang Tahun yang Tidak Seperti yang Direncanakan

Bayangkan Anda bangun di hari ulang tahun ke-40. 

Anda melihat ke cermin dan melihat kerutan di sudut mata. Rambut abu-abu yang mulai bermunculan. Tubuh yang tidak sebugar dulu. Dan yang lebih buruk dari semua itu—hidup yang tidak seperti yang Anda bayangkan 20 tahun lalu. 

Pekerjaan yang membosankan di sekolah swasta elite, bukan karir glamor yang Anda impikan. Masih single, bukan menikah dengan cinta sejati. Tinggal di apartemen yang sama dengan ayah Anda yang sekarang sekarat—bukan punya rumah sendiri di lingkungan keren. 

Anda bertanya pada diri sendiri: "Di mana aku salah? Kapan hidupku berbelok ke arah ini?"

Lalu sesuatu yang ajaib—atau mungkin mengerikan—terjadi. 

Anda tertidur dengan pertanyaan itu di pikiran. Dan ketika Anda bangun keesokan harinya, Anda bukan lagi berusia 40 tahun. 

Anda berusia 16 tahun. 

Kembali ke tahun 1996. Kembali ke momen kritis dalam hidup Anda. Dengan semua pengetahuan dari 24 tahun ke depan masih utuh di kepala Anda. 

Ini kesempatan yang kebanyakan orang hanya bisa mimpi: kesempatan kedua untuk membuat semuanya benar. 

Tapi pertanyaannya: Apa yang sebenarnya perlu "diperbaiki"? Dan apakah mengubah masa lalu akan benar-benar membuat masa depan lebih baik? 

Ini adalah premis "This Time Tomorrow"—novel penuh hati dari Emma Straub tentang waktu, pilihan, penyesalan, dan belajar mencintai hidup yang kita punya, bahkan ketika itu tidak sempurna.

 


1 dari 10