Tiga Peti Mati dan Satu Saudara yang Tersisa
Bayangkan Anda adalah satu-satunya saudara yang tersisa dari empat bersaudara.
Tiga saudara Anda—wanita yang Anda tumbuh bersama, tertawa bersama, bermimpi bersama—dibunuh pada hari yang sama. Dipukuli sampai mati, lalu mobil mereka didorong dari tebing untuk membuat seolah-olah kecelakaan.
Seluruh negara tahu ini bukan kecelakaan. Tapi tidak ada yang berani berbicara.
Sekarang, 34 tahun kemudian, Anda duduk di rumah yang dulunya penuh dengan tawa empat saudara perempuan. Seorang wanita asing datang, ingin mendengar cerita tentang "Las Mariposas"—Kupu-Kupu—nama kode saudara-saudara Anda dalam gerakan bawah tanah.
Dari mana Anda mulai? Bagaimana Anda menceritakan tentang bagaimana empat gadis biasa dari keluarga baik-baik menjadi simbol perlawanan melawan salah satu diktator paling brutal di Amerika Latin?
Ini adalah pertanyaan yang Dedé Mirabal hadapi setiap hari—satu-satunya saudara yang selamat, yang hidup untuk menceritakan kisah Patria, Minerva, dan María Teresa.
"In the Time of the Butterflies" adalah novel Julia Alvarez berdasarkan kisah nyata dari Saudari Mirabal—empat wanita yang berani melawan Rafael Trujillo, diktator yang memerintah Republik Dominika dengan tangan besi selama 31 tahun.
Tapi ini bukan hanya cerita tentang heroisme yang besar. Ini adalah cerita tentang bagaimana orang biasa menemukan keberanian yang luar biasa—tentang pilihan-pilihan kecil yang mengubah Anda dari penonton menjadi pejuang, dari yang takut menjadi yang ditakuti oleh tirani.
Mari kita masuk ke masa kupu-kupu—dan memahami mengapa tiga wanita ini memilih untuk terbang, meskipun mereka tahu sayap mereka mungkin terbakar.