Ketika Segalanya Salah di Hari yang Seharusnya Sempurna
Bayangkan besok adalah hari pernikahan anak Anda.
Seharusnya ini hari yang Anda tunggu-tunggu. Hari di mana Anda mengenakan gaun indah, tersenyum untuk foto, dan melepas anak Anda ke babak baru kehidupannya dengan air mata bahagia.
Tapi yang terjadi?
Anda baru saja kehilangan pekerjaan—atau lebih tepatnya, dipecat dengan cara yang sopan tapi menyakitkan.
Anda tidak diundang ke "Day of Beauty" pre-wedding yang diorganisir oleh ibu mempelai pria—padahal Anda adalah ibu mempelai wanita.
Mantan suami Anda tiba-tiba muncul di depan pintu tanpa pemberitahuan, membawa kucing, tanpa tempat tinggal, bahkan tanpa jas untuk pernikahan besok.
Dan yang paling buruk: anak Anda, yang seharusnya berseri-seri sehari sebelum pernikahan, datang dengan air mata dan rahasia yang bisa membatalkan seluruh acara.
Selamat datang di tiga hari dalam hidup Gail Baines.
Anne Tyler, penulis pemenang Pulitzer Prize yang telah menulis lebih dari 25 novel, punya bakat luar biasa untuk menemukan drama dalam kehidupan sehari-hari yang tampak biasa. "Three Days in June" adalah bukti terbaru dari kepiawaiannya—sebuah novella pendek yang mengambil tiga hari di sekitar pernikahan dan membongkar lapisan demi lapisan tentang apa artinya menjadi keluarga, tentang kesalahan yang kita buat, dan tentang kesempatan kedua yang kadang datang ketika kita paling tidak mengharapkannya.
Ini bukan cerita tentang pernikahan mewah atau romansa yang dramatis.
Ini cerita tentang orang-orang biasa—kikuk, cacat, berusaha keras—mencoba melakukan yang terbaik dengan kehidupan yang tidak pernah berjalan sesuai rencana.
Mari kita mulai.