Dilema yang Membunuh Perusahaan Hebat
Ruang rapat Hasbro, pertengahan 2000-an. Para eksekutif duduk menatap angka penjualan yang terus menurun. Perusahaan mainan legendaris ini—pencipta Transformers, G.I. Joe, dan My Little Pony—menghadapi masalah besar.
Mereka masih menghasilkan uang. Bisnis inti mereka masih berjalan. Tapi ada yang tidak beres.
Anak-anak tidak lagi bermain mainan seperti dulu. Mereka sibuk dengan iPad, video game, dan YouTube. Dunia berubah dengan cepat, dan Hasbro masih berpikir seperti perusahaan mainan tradisional.
"Kita adalah perusahaan mainan," kata seorang eksekutif, menyatakan yang obvious. "Kita membuat produk untuk anak-anak di bawah 16 tahun. Kita distribusikan melalui toko fisik. Kita perusahaan Amerika."
Pernyataan ini terdengar normal. Bahkan logis. Tapi justru di sinilah masalahnya.
Setiap kata dalam pernyataan itu adalah penjara mental yang mengurung Hasbro dalam masa lalu. Setiap asumsi itu adalah rantai yang mencegah mereka melangkah ke masa depan.
Ini adalah dilema yang dihadapi setiap organisasi sukses: Bagaimana Anda mempertahankan performa bisnis hari ini—yang masih menghasilkan—sambil secara dramatis mereinventasinya untuk masa depan?
Bagaimana Anda berlari marathon dan sprint pada saat yang bersamaan? Bagaimana Anda membunuh kesuksesan Anda sendiri sebelum kompetitor melakukannya?
Vijay Govindarajan—profesor di Tuck School of Business dan konsultan untuk GE, IBM, dan puluhan perusahaan Fortune 500—punya jawabannya. Solusi yang sederhana tapi powerful.
Ia menyebutnya: The Three Box Solution.
Tiga kotak. Tiga fokus. Tiga aktivitas yang harus berjalan simultan:
● Box 1: Kelola bisnis saat ini untuk performa puncak
● Box 2: Lupakan masa lalu yang menghambat
● Box 3: Ciptakan masa depan melalui inovasi breakthrough
Kedengarannya sederhana. Tapi eksekusinya? Itulah yang membedakan perusahaan yang bertahan dari yang mati.
Mari kita lihat bagaimana framework ini menyelamatkan Hasbro, mengubah GE, dan bisa mengubah organisasi Anda.