Ukuran teks
18

Sebuah Kematian yang Mustahil

Bayangkan Anda dipanggil ke sebuah kediaman megah di pagi yang berkabut. Di dalam kamar yang mewah itu, seorang perwira tinggi kekaisaran terbaring mati — bukan karena luka pedang, bukan karena racun biasa, bukan pula karena serangan jantung. 

Dari dadanya, pohon tumbuh menerobos keluar. 

Bukan metafora. Bukan kiasan. Benar-benar pohon — akar, batang, dan ranting — menembus tubuh sang perwira dari dalam. 

Di Kekaisaran Khanum, tempat di mana makhluk raksasa dari lautan mengancam setiap musim hujan, hal-hal aneh memang terjadi. Darah para Leviathan — makhluk laut sebesar kota — mengandung kekuatan yang bisa mengubah tanaman, hewan, bahkan manusia. Wabah jenis baru lahir dari eksprimen ilmu pengetahuan. Manusia dimodifikasi secara biologis untuk memiliki kemampuan luar biasa. 

Tapi ini tetap bukan kematian yang wajar. Ini pembunuhan. 

Dan tugas untuk memecahkan misteri ini jatuh ke tangan dua orang yang paling tidak terduga: seorang detektif eksentrik yang tidak pernah mau keluar rumah dan selalu memakai penutup mata — serta asistennya yang baru, seorang pemuda gugup dengan memori sempurna yang bekerja sambil menyembunyikan rahasia besarnya sendiri. 

Robert Jackson Bennett menulis "The Tainted Cup" bukan sekadar kisah misteri fantasi. Ini adalah cerita tentang apa artinya menjadi jenius yang tidak dipahami dunia. Tentang sistem kekuasaan yang melindungi dirinya sendiri dengan mengorbankan yang lemah. Tentang bagaimana kebenaran sering tersembunyi bukan karena tidak bisa ditemukan — tapi karena terlalu banyak orang yang berkepentingan agar ia tetap terkubur. 

Mari kita masuk ke Kekaisaran Khanum — tempat di mana bahaya datang dari laut, dari laboratorium, dan dari orang-orang yang paling kita percaya.

 


1 dari 10