Kolam Renang yang Dikuras
Bayangkan ini: Musim panas tahun 1950-an di Montgomery, Alabama. Oak Park adalah kolam renang publik terbesar dan terindah di kota—kolam olympic-size dengan papan loncat, area piknik, dan ratusan anak-anak yang bermain di bawah matahari.
Tapi ada satu masalah: hanya anak kulit putih yang boleh berenang di sana.
Tahun 1959, pengadilan federal memutuskan bahwa segregasi di fasilitas publik adalah ilegal. Kolam renang harus dibuka untuk semua ras.
Jadi apa yang dilakukan kota Montgomery?
Mereka menguras kolam renang. Menutupnya. Mengisinya dengan beton.
Daripada berbagi dengan orang kulit hitam, mereka memilih untuk tidak ada yang mendapat kolam renang sama sekali.
Ini bukan hanya cerita tentang satu kolam renang di satu kota. Ini terjadi di seluruh Amerika Selatan. Ratusan kolam renang publik ditutup—bukan karena tidak ada uang, bukan karena tidak dibutuhkan, tapi karena orang kulit putih lebih memilih tidak punya apa-apa daripada harus berbagi dengan orang kulit hitam.
Dan inilah yang Heather McGhee tunjukkan dalam buku luar biasa "The Sum of Us": Mentalitas ini—mentalitas "lebih baik kita semua rugi daripada mereka menang"—telah menghancurkan Amerika selama puluhan tahun.
Rasisme bukan hanya masalah moral. Rasisme adalah pilihan ekonomi yang bodoh yang membuat semua orang—termasuk orang kulit putih—lebih miskin, lebih sakit, dan lebih tidak bahagia.
Tapi ada kabar baik: ketika kita bekerja sama lintas ras, semua orang menang. McGhee menyebutnya "solidarity dividend"—dividen solidaritas.