Ukuran teks
18

Notebook yang Selamat dari Auschwitz

Bayangkan Anda seorang gadis berusia 13 tahun, melarikan diri dari satu tempat persembunyian ke tempat lain di Prancis yang dikuasai Nazi. 

Di tas kecil Anda—di antara pakaian ganti dan sedikit makanan—ada sebuah notebook. Notebook yang diberikan ayah Anda sebelum dia juga ditangkap Nazi. 

"Ini milik ibumu," katanya. "Jaga baik-baik." 

Anda tidak tahu apa isinya. Mungkin diary. Mungkin catatan pribadi. Anda terlalu takut untuk membaca—takut bahwa membaca akan membuat kehilangan ibu terasa lebih nyata. 

Jadi selama 60 tahun, notebook itu tersimpan. Tidak dibuka. Tidak dibaca. 

Hingga suatu hari di tahun 1998, Anda—kini sudah berusia 70-an tahun—memutuskan untuk akhirnya membuka halaman-halaman itu. 

Dan Anda menemukan: Bukan diary. Tapi masterpiece. 

Novel yang ditulis ibu Anda dengan tulisan tangan mikroskopis—begitu kecil sehingga hampir tidak terbaca—di tengah pendudukan Nazi. Novel tentang apa yang dia lihat, apa yang dia alami, tentang Prancis yang runtuh di bawah invasi Jerman. 

Novel yang seharusnya terdiri dari lima bagian—tapi hanya dua yang selesai sebelum ibu Anda ditangkap, dideportasi ke Auschwitz, dan meninggal pada usia 39 tahun. 

Ini adalah kisah Suite Française. 

Dan ini bukan hanya tentang novel—ini tentang bagaimana seni bisa bertahan bahkan ketika penciptanya tidak. Tentang bagaimana sebuah buku bisa menjadi saksi sejarah yang ditulis oleh orang yang menjadi korban dari sejarah itu sendiri. 

Irène Némirovsky menulis tentang pendudukan Nazi sambil hidup di bawah pendudukan itu. Dia menulis tentang orang-orang yang melarikan diri dari Paris—sambil dia sendiri baru saja melarikan diri. Dia menulis tentang ketakutan, keserakahan, kepahlawanan, dan kemanusiaan di tengah perang—sambil tahu bahwa nyawanya sendiri dalam bahaya.

Dan yang paling luar biasa: Dia menulis dengan objektivitas yang menakjubkan. Tanpa sentimen berlebihan. Tanpa membuat semua karakter Jerman menjadi monster atau semua karakter Prancis menjadi pahlawan. 

Dia menulis kebenaran—tentang bagaimana perang mengungkap yang terbaik dan terburuk dalam diri manusia. 

Mari kita masuk ke dunia yang dia ciptakan—dunia yang, tragisnya, tidak pernah dia selesaikan.

 


1 dari 7