Ukuran teks
18

Frederick's of Hollywood dan Mimpi Seorang Anak

Bayangkan Anda berusia 8 tahun, berjalan di mal El Paso, Texas, dan melihat papan nama besar bertuliskan "Frederick's of Hollywood." 

Nama keluarga Anda juga Frederick. Dan tiba-tiba, dalam pikiran polos seorang anak, Anda merasa ini bukan kebetulan. Ini adalah tanda

"Suatu hari nanti," pikir Kevin Fredericks kecil, "aku akan pergi ke Hollywood. Nama ini adalah takdir." 

Tidak peduli bahwa Frederick's of Hollywood adalah toko pakaian dalam. Tidak peduli bahwa dia tinggal di kota kecil yang jauh dari gemerlap industri hiburan. Bagi Kevin, papan nama itu adalah rambu jalan menuju masa depan yang cemerlang. 

Dan dia percaya pada takdirnya sampai ke tulang sumsum, sepanjang hidupnya. 

Kevin Fredericks—atau yang kini Anda kenal sebagai KevOnStage—memang akhirnya sampai di Hollywood. Dia menjadi bintang viral, comedian pemenang NAACP Image Award, founder KevOnStage Studios, dan penulis bestseller New York Times. 

Tapi seperti yang dia tulis dalam memoirnya "Successful Failure," jalan menuju kehidupan yang kita inginkan ternyata lebih panjang, lebih aneh, lebih memalukan, dan lebih menghibur daripada yang kita bayangkan. 

Dari performance dengan nama samaran untuk menghindari pemecatan dari pekerjaan kantoran, hingga memecahkan kursi di atas panggung dan berhenti dari stand-up selama enam bulan. Dari buang air besar di celana di dalam bus tepat di sesamping calon istrinya, hingga memulai lini pakaian bernama "Dreams Don't Die" (yang ironisnya, mimpi itu memang mati kalau barang dagangannya tidak laku).

Buku ini bukan tentang bagaimana menghindari kegagalan. Ini tentang bagaimana kegagalan—yang benar-benar memalukan dan menggelikan—justru menjadi fondasi kesuksesan yang sesungguhnya. 

Mari kita mulai dari awal. Dari seorang anak di El Paso yang menemukan kekuatan ajaib dari tawa.

 


1 dari 13