Pertanyaan yang Salah Dijawab
Tahun 1976, John Maxwell duduk di mejanya sebagai pendeta muda yang baru saja meraih "kesuksesan besar."
Gerejanya bertumbuh. Gajinya naik. Ia mendapat pengakuan dari denominasi. Semua indikator eksternal mengatakan ia berhasil.
Tapi ada yang mengganjal.
Suatu malam, ia menulis pertanyaan di jurnalnya: "Apa definisi kesuksesan?"
Ia membuka kamus. "Kesuksesan: pencapaian tujuan yang diinginkan."
Tapi Maxwell tidak puas. Kalau sukses hanya tentang mencapai tujuan, bagaimana dengan orang yang mencapai tujuan yang salah? Bagaimana dengan orang yang sukses dalam karir tapi gagal dalam keluarga? Bagaimana dengan yang kaya tapi kosong?
Ia menghabiskan beberapa tahun berikutnya mewawancarai ratusan pemimpin, membaca ribuan buku, dan yang paling penting—mengamati hidupnya sendiri dan orang-orang di sekelilingnya.
Kesimpulannya mengejutkan: Kebanyakan orang menghabiskan hidup mereka menaiki tangga kesuksesan, hanya untuk menemukan bahwa tangga itu bersandar di dinding yang salah.
Dari penemuan ini, Maxwell merumuskan definisi kesuksesan yang mengubah hidupnya—dan hidup jutaan pemimpin di seluruh dunia:
"Kesuksesan adalah mengetahui tujuan hidup Anda, bertumbuh untuk mencapai potensi maksimal Anda, dan menanam benih yang menguntungkan orang lain."
Bukan tentang uang. Bukan tentang jabatan. Bukan tentang pengakuan.
Kesuksesan adalah tentang menjadi versi terbaik dari diri Anda dan membantu orang lain melakukan hal yang sama.
"Success 101" adalah destilasi dari puluhan tahun Maxwell mengajar kepemimpinan. Ini bukan teori—ini prinsip yang telah dibuktikan dalam hidup ribuan pemimpin.
Mari kita mulai dengan fondasi paling mendasar: sikap Anda.