Ukuran teks
18

Pertanyaan yang Mengubah Segalanya

Bayangkan ini: Anda menghadiri pesta paling mewah dalam hidup Anda. 

Yacht raksasa bernama "Galaxy"—panjangnya hampir seperti lapangan sepak bola, milik salah satu orang terkaya di dunia. Champagne mengalir. Makanan mewah disajikan di piring emas. Tamu-tamunya adalah orang-orang paling berkuasa di planet ini—CEO perusahaan multinasional, selebriti Hollywood, pemimpin negara. 

Anda bukan salah satu dari mereka. Anda hanya staf—orang yang melayani mereka, yang tidak terlihat, yang bekerja di balik layar sementara mereka tertawa dan bersulang untuk kesuksesan mereka. 

Lalu tiba-tiba, semuanya berubah. 

Ledakan. Api. Kepanikan. 

Kapal tenggelam. 

Dalam hitungan menit, yacht yang tampak tidak bisa dihancurkan itu menghilang ke dasar laut. Ratusan orang tenggelam—orang kaya dan staf, terkenal dan tidak dikenal, semuanya berjuang untuk hidup di air yang dingin dan gelap. 

Anda berhasil naik ke sekoci penyelamat. Tapi hanya ada sepuluh orang yang selamat. Tidak ada makanan. Tidak ada air. Tidak ada GPS. Hanya laut tanpa ujung di semua arah. 

Hari pertama, Anda masih optimis. "Seseorang akan menyelamatkan kita."

Hari ketiga, optimisme mulai pudar. "Di mana mereka?" 

Hari ketujuh, Anda sudah putus asa. Dehidrasi. Kelaparan. Matahari membakar kulit. Beberapa sudah mati. 

Lalu pada hari kesepuluh, seseorang muncul di air—mengapung di tengah lautan, seolah-olah menunggu untuk diangkat.

Anda menariknya naik. Pria basah kuyup dengan pakaian compang-camping. Dia tersenyum—senyum yang aneh untuk seseorang yang hampir mati. 

Dan dia mengatakan sesuatu yang membuat semua orang terdiam: 

"Aku adalah Tuhan." 

Bagaimana reaksi Anda? 

Tertawa? Marah? Percaya? 

Ini adalah premis dari "The Stranger in the Lifeboat"—novel terbaru Mitch Albom yang mengajukan pertanyaan paling fundamental: Apakah Tuhan benar-benar mendengarkan doa kita? Dan jika ya, mengapa Dia sering terlihat tidak menjawab? 

Mari kita masuki sekoci ini dan temukan jawabannya.

 


1 dari 12