Tubuh yang Salah Zaman
Bayangkan Anda adalah insinyur yang diminta mendesain mesin untuk tugas tertentu. Mesin ini harus:
● Berjalan dan berlari puluhan kilometer setiap hari
● Memanjat pohon untuk mencari buah
● Membawa beban berat
● Bertahan dengan makanan yang tidak teratur
● Hidup di alam terbuka tanpa rumah atau pakaian
Anda mendesain mesin sempurna untuk tugas-tugas ini. Otot yang kuat dan efisien. Kaki yang bisa menyerap benturan. Sistem pencernaan yang bisa mengekstrak nutrisi dari makanan berserat tinggi. Metabolisme yang bisa menyimpan energi saat makanan berlimpah dan bertahan saat kelaparan.
Sempurna.
Sekarang, tanpa mengubah desain apapun, Anda memasukkan mesin ini ke dalam lingkungan yang sama sekali berbeda:
● Duduk di kursi 8-12 jam sehari
● Tidak pernah berlari atau memanjat
● Makan makanan olahan tinggi gula dan lemak tiga kali sehari
● Tidur di tempat tidur empuk di ruangan ber-AC
● Tidak pernah kelaparan, bahkan sekali
Apa yang akan terjadi? Mesin itu akan rusak.
Bukan karena desainnya buruk. Tapi karena lingkungannya salah.
Inilah yang terjadi pada tubuh Anda.
Daniel Lieberman, profesor biologi evolusi manusia di Harvard, menghabiskan puluhan tahun mempelajari satu pertanyaan: Mengapa tubuh modern kita begitu sering sakit dengan cara yang tidak pernah dialami nenek moyang kita?
Diabetes. Obesitas. Sakit punggung. Kaki datar. Rabun jauh. Penyakit jantung. Osteoporosis.
Penyakit-penyakit ini hampir tidak ada 10.000 tahun lalu. Sekarang mereka adalah epidemi global.
Apa yang berubah?
Bukan tubuh kita—evolusi biologis terlalu lambat untuk berubah signifikan dalam 10.000 tahun.
Yang berubah adalah lingkungan. Dan tubuh yang berevolusi untuk dunia lama sekarang hidup di dunia baru—dengan konsekuensi yang mengerikan.
Mari kita mulai dari awal: bagaimana tubuh ini terbentuk, dan mengapa sekarang tidak cocok lagi.