Pertanyaan yang Seharusnya Mengubah Segalanya
"Untuk apa sekolah?"
Coba tanyakan ini kepada siapa pun—orang tua, guru, kepala sekolah, bahkan murid—dan Anda akan mendapat jawaban yang bervariasi:
"Untuk mendapat pekerjaan yang baik." "Untuk belajar membaca dan berhitung." "Untuk masuk universitas." "Untuk menjadi orang sukses."
Tapi Seth Godin, salah satu pemikir paling provokatif tentang pendidikan dan masa depan kerja, mengajukan pertanyaan yang lebih dalam:
"Apakah jawaban-jawaban itu masih relevan untuk dunia hari ini?"
Dan lebih penting lagi:
"Apakah sistem pendidikan kita sedang mencuri mimpi anak-anak kita?"
Bayangkan seorang anak berusia enam tahun. Matanya bersinar. Dia penuh pertanyaan. "Mengapa langit biru?" "Bagaimana burung terbang?" "Apa yang terjadi jika kita mencampur semua warna?"
Dia menciptakan cerita. Dia membangun kastil dari apapun yang dia temukan. Dia tidak takut gagal karena dia bahkan tidak tahu konsep "gagal." Dia hanya eksplorasi, eksperimen, bermain.
Sekarang lompat 10 tahun ke depan.
Anak yang sama, sekarang 16 tahun, duduk di kelas. Dia tidak bertanya lagi—karena dia sudah belajar bahwa bertanya "pertanyaan bodoh" membuat teman-teman menertawakan. Dia tidak membuat sesuatu yang unik—karena ujian hanya peduli pada "satu jawaban yang benar."
Dia belajar bukan karena dia penasaran, tapi karena "ini akan keluar di ujian."
Mimpinya untuk menjadi seniman, inventor, atau entrepreneur pelan-pelan memudar—digantikan dengan satu tujuan yang aman dan jelas: "Lulus dengan nilai bagus. Masuk universitas bagus. Dapat pekerjaan yang aman."
Inilah yang Seth Godin maksud dengan "Stealing Dreams."
Sistem pendidikan kita—yang diciptakan lebih dari 100 tahun yang lalu untuk tujuan yang sangat spesifik—tidak lagi melayani anak-anak kita. Malah, sistem ini membunuh hal yang paling berharga dalam diri mereka: keingintahuan, kreativitas, dan keberanian untuk bermimpi.
Buku "Stop Stealing Dreams" adalah manifesto untuk orang tua, guru, dan siapa pun yang peduli tentang masa depan anak-anak kita.
Mari kita mulai dengan pertanyaan paling penting:
Bagaimana kita sampai di sini?