Ukuran teks
18

Biografi yang Tidak Pernah Dibacanya

Tahun 2004, telepon Walter Isaacson berdering. Di ujung sana adalah Steve Jobs, CEO Apple yang legendaris. 

"Saya ingin Anda menulis biografi saya," kata Jobs langsung to the point. 

Isaacson, seorang penulis biografi terkenal yang telah menulis tentang Einstein, Benjamin Franklin, dan Henry Kissinger, terkejut. Jobs baru berusia 49 tahun. Terlalu dini untuk biografi. 

"Tunggu 10 atau 20 tahun lagi," jawab Isaacson. 

Tapi Jobs bersikeras. Ada sesuatu yang tidak ia katakan saat itu: kanker pankreas yang telah didiagnosis setahun sebelumnya. 

Isaacson akhirnya setuju. Dan Jobs memberikan akses penuh—tanpa batasan, tanpa kontrol, tanpa hak untuk membaca sebelum diterbitkan. Ia bahkan tidak meminta untuk menyetujui isi buku. 

"Akan ada hal-hal yang tidak Anda sukai di dalamnya," Isaacson memperingatkan. "Bagus," jawab Jobs. "Kalau begitu, ini bukan buku in-house." 

Selama dua tahun, Isaacson melakukan lebih dari 40 wawancara dengan Jobs. Ia juga mewawancarai lebih dari 100 orang—keluarga, teman, kolega, bahkan musuh Jobs. 

Hasilnya adalah potret intim seorang jenius yang kompleks: visioner dan inspiratif, namun juga kejam dan sulit. Seorang idealis yang mengubah enam industri sekaligus—komputer personal, film animasi, musik, telepon, tablet, dan penerbitan digital. 

Steve Jobs meninggal pada 5 Oktober 2011, pada usia 56 tahun, tanpa pernah membaca biografi yang ia sendiri minta ditulis. 

Ini adalah kisahnya.

 


1 dari 12