Kaset Mixtape yang Tak Pernah Didengar
Bayangkan Anda menemukan kotak lama di loteng. Di dalamnya ada kaset-kaset mixtape yang dibuat sahabat Anda puluhan tahun lalu. Tulisan tangannya masih jelas di label: "Songs for the Road", "Late Night Mix", "Just Listen to This."
Anda memasukkan salah satu kaset ke tape deck yang masih berfungsi. Musik mengalir. Lagu-lagu yang hampir Anda lupakan. Lagu-lagu yang dulu Anda dengar bersama di mobil tuanya yang berbau rokok dan kopi.
Dan tiba-tiba, semuanya kembali.
Suaranya. Tawanya. Cara dia selalu terlambat tapi tidak pernah minta maaf. Cara dia berdebat tentang band mana yang lebih otentik. Cara dia membuat Anda merasa oke menjadi orang yang Anda inginkan, bukan orang yang orang lain harapkan.
Tapi ada satu perbedaan besar dengan kenangan biasa:
Sahabat Anda tidak akan pernah tua. Dia akan selamanya berusia 21 tahun.
Ini adalah kisah "Stay True"—memoar karya Hua Hsu, profesor dan penulis pemenang Pulitzer Prize, tentang persahabatan terbaik yang berakhir terlalu cepat.
Ini bukan kisah tentang pahlawan atau petualangan besar. Ini tentang dua anak muda di California tahun 90-an yang menemukan persahabatan di tempat yang paling tidak terduga, dan bagaimana kehilangan itu mengubah segalanya.
Tapi lebih dari itu, ini adalah kisah tentang bagaimana kita menjadi siapa kita—dan bagaimana orang-orang yang kita cintai membentuk diri kita bahkan setelah mereka pergi.
Mari kita mulai.